Lawan Politik Akan Gencar Mainkan Isu Ini untuk Jegal Jokowi di Pilpres 2019

13 Views

Hasil survei LSI menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap Presiden Joko Widodo masih tinggi sehingga elektabilitasnya sejauh ini lebih unggul dibandingkan dengan lawan politiknya yang lain.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia, Adjie Alfaraby menyebutkan nama Presiden Jokowi kuat dalam pencalonan presiden 2019 mendatang

Adapun tingkat kepuasan masyarakat kepada Jokowi yaitu sebesar 70 persen.

Meski berada di posisi unggul, namun Jokowi acapkali mendapatkan serangan dari pihak-pihak yang ingin mengguncang posisi politiknya, salah satunya menggunakan isu primordial.

Isu tersebut diprediksikan akan mewarnai Pilpres 2019 seperti yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, namun dalam kadar yang berbeda.

Selain itu lainnya adalah isu lama yang terus digoreng. Adjie menambahkan, merebaknya isu buruh negara asing atau tenaga kerja yang berasal dari Cina di tengah sulitnya lapangan kerja dan tingginya pengangguran di berbagai daerah, isu tenaga kerja asing sangat sensitif.

“Isu ini secara nasional memang belum populer karena belum banyak publik tahu. Survei menunjukan baru 38.9 persen pemilih mendengar isu ini. Dari mereka yang mendengar, 58.3 persen menyatakan sangat tidak suka dengan isu itu. Hanya 13.5 persen yang menyatakan suka,” paparnya di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (2/2/18). Hal itu akan menyebab Jokowi masih belum aman untuk melenggang pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Hasil survei yang digelar 7-14 Januari lalu ini, menunjukkan baru 38,9 persen dari 1.200 responden dari seluruh Indonesia yang mendengar rumor tersebut. Namun dari jumlah tersebut, mayoritas responden atau 58,3 persen menyatakan sangat tidak suka dengan isu tenaga kerja asing dan hanya 13,5 persen yang menganggap tidak bermasalah.

Menurut Adjie, Presiden Jokowi perlu memperhatikan isu tersebut dengan baik, jika ingin kembali memenangi Pilpres 2019 mendatang. Isu lain yang perlu diantisipasi adalah adanya pandangan responden yang menilai pengangguran tinggi, sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan harga-harga sembako yang melambung naik.

“Jokowi akan makin kuat dan perkasa, jika tiga isu ini dikelola dengan baik, dan sebaliknya Jokowi akan melemah jika tiga isu ini terabaikan,” ucap Adjie.

Hasil survei sebelumnya memperlihatkan, elektabilitas Jokowi hanya 48,50 persen. Sementara gabungan capres lain seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono dan Gatot Nurmantyo mencapai 41,20 persen. Sebanyak 10,30 persen responden lain belum menentukan pilihan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *