Mahfud MD: Pancasila Bukan Liberal dan Komunis

23 Views

Belakangan ini ada kelompok masyarakat yang menginginkan Pancasila diganti dengan sistem khilafah, diantaranya ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang ingin mendirikan negara Islam. Hal ini jelas tidak sesuai atau sangat bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara.

Perlu diingat kembali bahwa Indonesia memiliki belasan ribu pulau serta belasan ribu suku yang tersebar dari ujung barat hingga ujung timur Nusantara. Selain itu bangsa ini dihuni dengan beragam dalam hal agama, suku, adat, dan sebagainya.

Itu artinya sangat tidak relevan jika ideologi khilafah diterapkan ditengah kemajemukan bangsa ini. Jika ada yang demikian, nampaknya perlu belajar kembali tentang sejarah peradaban Islam. Hal itu dikatakan Prof. Dr. Mahfud MD saat mengisi ceramah dalam acara Forum Alumni Jogja Pamekasan di Hotel Front One, Minggu (27/8/17).

“Tidak ada dalam sumber primer Islam seperti Alquran dan Hadits yang memerintah untuk membentuk sistem negara khilafah. Kalau hasil ijtihad dari ulama tentang khilafah memang ada,” ungkapnya.

Menurut Mahfud, gagasan yang ingin merubah Pancasila dengan khilafah jelas akan menimbulkan kegaduhan. Oleh sebab itu Mahfud mengatakan kepada mereka untuk mempelajari kembali terbentuknya Pancasila.

“Kita bisa bersatu karena kita punya Pancasila,” tegas Mahfud.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyatakan, selama ini Pancasila lebih baik daripada sekian ideologi yang ada. Jika tidak ada sistem ideologi yang mengatur, Negara Indonesia akan tercerai-berai.

Kenapa ideologi Pancasila lebih baik?

Disini Mahfud menjelaskan dua contoh ideologi yang ada di Barat dan Timur. Keduanya memiliki titik lemah dari masing-masing ideologi yang ada.

Adapun ideologi individualisme liberal yang berkembang di Negara Barat dan sosilaisme komunis di Negara-Negara Timur.

Individualisme liberal cenderung menimbulkan penindasan dari yang kuat terhadap yang lemah. Sedangkan sosialisme komunis melahirkan kepemimpinan yang totalitarianisme.

Oleh karena itu, Mahfud menyampaikan kepada umat Islam, khususnya di Madura, bisa menempatkan ideologi Pancasila sebagai sesuatu yang final. Mahfud juga mengajak untuk tetap teguh dan berpegang pada komitmen dalam menjaga NKRI.

“Kita punya Pancasila yang bukan liberal dan bukan komunis. Jangan berpikir sistem lain, itu kacau,” ucapnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *