Masyarakat Harus Bantu Pemerintah karena Ada 20 Negara Sebar Hoaks Kerusuhan di Papua

Masyarakat Harus Bantu Pemerintah karena Ada 20 Negara Sebar Hoaks Kerusuhan di Papua
714 Views

Pemerintah begitu peduli dan prihatin akan kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua dan Papua Barat.

Isu tersebut berawal dari isu mahasiswa Papua di Surabaya menyobek bendera merah putih yang dibuang keselokan. ISu tersebut lantas menyulut kemarahan warga disana. Ormas hingga Polisi pun ikut terprovokasi karena hoaks yang disebar di media sosial.

Berpegang dari peristiwa itu maka Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, memblokir akses internet di bumi Cendrawasih itu.

Saat ini kata Rudiantara menyebutkan, ada 20 negara yang menyebarkan hoaks tentang kerusuhan di Papua. Penyebaran hoaks paling banyak terpantau di media sosial Twitter.

“Pantauan kami, ada 20 negara yang mention berkaitan dengan Papua dengan  550 ribu lebih URL,” kata Rudiantara di Gedung Kominfo, Jakarta, Kamis (5/9).

Menurut Rudiantara, konten hoaks yang teridentifikasi berasal dari Eropa dan negara-negara tetangga. Namun, konten hoaks tersebut belum tentu disebarkan oleh warga negara bersangkutan.

“Dari mention-nya, kita lihat juga banyak yang di-mention dari negara lain, tapi belum tentu warga negara yang bersangkutan, kontennya disebarkan dari negara tersebut,” ucapnya.

Untuk menangani konten hoaks mengenai kerusuhan Papua di media sosial, Rudiantara mengatakan, bahwa Kominfo telah berkoordinasi dengan platform media sosial terkait.

“Oh tentu, karena kan kita minta di-takedown. Ada Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube,” jelas dia.

Untuk itu Menkominfo Rudiantara mengimbau kepada masyarakat agar membantu pemerintah dengan tidak menyebarkan berita yang salah atau bahkan hoaks. Sebab informasi yang keliru dapat semakin memperkeruh suasana Papua.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *