Mayjen TNI Dudung Abdurachman Ancam Tangkap Orang Yang Memasang Baliho Pemimpin FPI

Mayjen TNI Dudung Abdurachman
426 Views

wartakota.co – Jayakarta, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020). Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman, telah berjanji akan menangkap orang yang memasang kembali baliho bergambar pemimpin FPI (Front Pembela Islam) Habib Rizieq Shihab.

“Sudah pasti, nanti dengan Kapolda, kami tangkap,” kata Mayjen TNI Dudung Abdurachman di Markas Komando Daerah Militer (Kodam).

Mayjen TNI Dudung Abdurachman juga mengatakan, aparat yang bergabung tidak saja fokus soal poster Habib.

“Kami bukan hanya menurunkan poster FPI saja, bukan Habib Rizieq saja. Kalau poster yang lain melakukan pelanggaran, kami akan turunkan,” kata Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Jumat (20/11/2020), diberitakan, TNI turun ke jalan untuk berpatroli mencopot spanduk dan baliho FPI maupun Rizieq Shihab.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan, beberapa petugas Satpol PP telah menurunkan spanduk dan juga menurunkan baliho Habib Rizieq Shihab yang telah dipasang tanpa memiliki izin. Namun, pihak FPI justru kembali memasang baliho tersebut.

Oleh karena itu, TNI pun langsung turun tangan membantu pencopotan spanduk dan baliho Rizieq Shihab.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman pun mengakui bahwa ia sudah memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho FPI maupun Rizieq Shihab yang tersebar di Ibu Kota.

Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyampaikan itu saat dikonfirmasi terkait beredarnya video yang menunjukkan sejumlah pasukan berbaju loreng mencopot baliho Habib Rizieq Shihab.

“Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya, karena berapa kali Satpol PP menurunkan (baliho), dinaikkan lagi,” kata Dudung di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Dudung berujar, sedikitnya 900 spanduk yang menampilkan gambar Rizieq Shihab telah ditertibkan oleh aparat gabungan sejak akhir September 2020.

“Sampai saat ini hampir 900-an (spanduk) di DKI (ditertibkan), bahkan ada warga yang ikut turunkan,” katanya di Jakarta, Senin, seperti dikutip Antara.

Menurut Dudung, upaya penertiban spanduk dilakukan oleh aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP karena lokasi pemasangan yang tidak pada tempatnya serta melanggar ketertiban umum.

Dudung mengemukakan, upaya penurunan spanduk bahkan sudah dilakukan sejak dua bulan terakhir. “Itu (penertiban spanduk) sudah dua bulan lalu dilakukan TNI, Polri, dan Satpol PP.

Awalnya yang turunkan Satpol PP, tapi Front Pembela Islam (FPI) minta dinaikkan lagi. Mereka siapa? Kalau pemerintah itu jelas organisasinya. Kok bisa takut sama mereka?” kata Dudung.

sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *