Membangun Koneksi Antardaerah Secara Indonesia Sentris Mewujudkan Keadilan

0
17

Wartakota – Kebijakan pembangunan ‘Indonesia Sentris’ oleh pemerintahan Presiden Joko widodo dan Jusuf Kalla adalah sebuah upaya membangun koneksitas diantara seluruh bangsa Indonesia.

Keterhubungan atau konekstitas itu sangat penting dan mendasar terkait keutuhan identitas bangsa Indonesia. Ini merupakan konsep ke-indonesia-an yang selama ini masih ter-fragmentasi karena berbagai kendala, baik itu kendala politik, budaya, ekonomi maupun infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Jokowi serius dalam menangani masalah ketimpangan melalui pembangunan infrastruktur secara Indonesia sentris.

Buktinya, Presiden Jokowi dalam 4 tahun tidak hanya fokus membangun infrastruktur besar, tetapi juga infrastruktur kerakyatan seperti waduk, jalan raya, jembatan dan perumahanan serta jalan tol di berbagai wilayah.

Dalam konteks pembangunan infrastruktur yang dititikberatkan dari daerah pinggiran dan daerah terluar Indonesia, kebijakan pemerintah memang merupakan koreksi terhadap kebijakan pembangunan yang selama periode sebelum era Presiden Jokowi terkonsentrasi di Pulau Jawa dan daerah di luar Jawa kurang mendapat perhatian.

Sehingga, daerah luar Jawa seolah didiskriminasi pada masa lalu, maka kini adalah saatnya daerah luar Jawa menjadi prioritas. Pemerintah berusaha meningkatkan produktivitas, daya saing dan kesejahteraan masyarakat di luar Jawa melalui berbagai program pembangunan.

Tak hanya itu, untuk menyokong ketahanan pangan dan air, Pemerintah menargetkan 65 bendungan/waduk dan 1 juta hektar pembangunan irigasi baru akan terselesaikan pada 2019.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono memaparkan sejumlah capaian pembangunan infrastruktur yang berhasil diselesaikan pada pemerintahan Presiden Jokowi.

Di sektor perumahan, Kementerian PUPR telah membangun 2.490.378 unit untuk masyarakat, selama 2014-2019 Pemerintah menargetkan 1.852 km penambahan jalan tol yang terbangun serta beroperasi dari target rencana strategis 1.000 km, pemerintah berhasil membangun 2.556 km jalan raya dan 24.425 meter jembatan sepanjang 2015-2017 dari target 2.650 km jalan dan 29.859 meter jembatan.

Pada tahun 2018 akan dibangun 167 unit jembatan gantung, jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya yaitu 10 unit pada 2015, 7 unit pada 2016 dan 13 unit pada tahun 2017.

Di tangan Presiden Jokowi, semua hal-hal rumit dari warisan masa lalu berhasil diurai dan diterjemahkan secara tepat lalu dijawab melalui berbagai kebijakan dan program kontekstual.

Inilah modal dasar untuk memaknai kembali kebangkitan nasional di era baru Indonesia. Konsep “Indonesia Sentris” sangat erat kaitannya dengan makna kebangkitan nasional yang harus terus menjadi semangat dalam berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here