Membelot ke Prabowo Gus Hasib Tak Sadar Dimanfaatkan Keulamaannya untuk Politik

0
63
Membelot ke Prabowo Gus Hasib Tak Sadar Dimanfaatkan Keulamaannya untuk Politik
Membelot ke Prabowo Gus Hasib Tak Sadar Dimanfaatkan Keulamaannya untuk Politik

Membelotnya KH Hasib Wahab Chasbullah ke Capres 02 Prabowo Subianto lantaran adanya kesepakatan politik antara dirinya dengan Ketum Gerindra itu.

Pasalnya Prabowo mejanjikan memajukan pesantren Bahrul Ulul Tambak Beras jika dirinya terpilih menjadi Presiden.

Padahal Gus Hasib mengatakan bahwa NU menolak berpolitik. tetapi justru dirinya terlibat dan terjerumus dalam politik praktis.

Pilpres 2019, dipastikan bukan hanya ‘pertempuran’ Jokowi-Ma’ruf Amin lawan Prabowo-Sandi. Tetapi juga menjadi ‘arena perang tanding’ antara kiai-santri Nahdlatul Ulama (NU).

Seperti diketahui, di barisan Jokowi-Maruf ada Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) yang dimotori pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Syaifuddin Chalim dan Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa.

Sementara di kubu Prabowo-Sandi ada Barisan Kiai Santri Nasional (BKSN), yang dimotori pengasuh Ponpes Tambakberas, Jombang, KH Hasib Wahab Chasbullah.

Gus Hasib, sapaan akrab KH Hasib Wahab Chasbullah, adalah putra KH Wahab Chasbullah, tokoh pencetus ide berdirinya organisasi Islam terbesar di Tanah Air yang didirikan KH Hasyim Asyari yaitu Nahdlatul Ulama.

JKSN dideklarasikan di Ponpes Amanatul Ummah di Pacet, Mojokerto dan dihadiri Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir pada 6 Oktober 2018.

Sedang BKSN dideklarasikan Gus Hasib bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, Senin (22/10) petang di Rumah Pemenangan Prabowo-Sandi Jawa Timur, di Jalan Gayungsari, Surabaya. Istimewanya, deklarasi ini juga dihadiri Cawapres Sandiaga S Uno.

Gus Hasib yang juga salah satu pendukung Khofifah-Emil Elestianto Dardak di Pilgub Jawa Timur 2018 lalu, kini menjadi deklarator gerakan politik, tanpa disadari bahwa Prabowo sejatinya sedang memanfaatkan dirinya yang seorang Ulama.

Bahkan dikabarkan dengan membelotnya dukungan Gus Hasib ke Prabowo-Sandi justru berdampak pada perpecahan NU.

Kendati demikian, di kubu Jokowi-Ma’ruf, sudah ada sederet Kiai NU, baik yang secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi mendukung pasangan Capres-cawapres nomor urut 01 itu. Yang cukup menarik, para kiai tersebut mayoritas Kiai pendukung utama Prabowo-Hatta saat Pilpres 2014 silam. Seperti, KH. Anwar Iskandar, pengasuh Ponpes Al Amin, Kediri serta beberapa kiai sepuh NU lainnya.

Menurut Sekretaris Tim Kampanye Daerah Jatim pasangan Jokowi-Ma’ruf, Otman Ralibi mengatakan, perpindahan dukungan itu sangat masuk akal jika mengacu pada capaian Jokowi selam empat tahun terakhir sebagai presiden.

“Adanya dukungan yang dulunya Kiai mendukung Prabowo lalu mendukung pak Jokowi saya kira faktor-faktornya mereka melihat keberhasilan pak Jokowi dalam hal pembangunan, lalu kebijakan pak Jokowi terhadap umat Islam yang sangat baik, tentu adanya Kiai Ma’ruf itu sangat membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Khofifah menegaskan telah mendapatkan dukungan dari Muslimat NU di Pilgub Jatim. Gubernur Jatim terpilih ini menyatakan, untuk pilpres, kemungkinan besar dukungan personal relawan Muslimat NU akan mengikuti pilihannya.

Bagi Khofifah, relawan Muslimat ini memiliki andil yang cukup besar kala membantunya menang saat bertarung di Pilgub Jatim. Khofifah merasakan dukungan Muslimat yang cukup besar dalam bersatu memenangkan kadernya yang sedang berjuang.

“Saya rasa Muslimat memiliki dedikasi, loyalitas, dan integritas yang cukup tangguh. Jadi mereka bersatu untuk menguatkan kadernya yang sedang berjuang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Khofifah memastikan bahwa yang masuk dalam relawan JKSN ini banyak orang dan kuat. Karena itu, dia optimistis Jokowi-Ma’ruf bisa menang secara siginifikan.

Tak hanya lewat Jaringan Kiai Santri Nusantara (JKSN) tetapi juga potensi suara Muslimat NU se-Indonesia. “Saya akan maksimalkan semua riil massa yang ada. Di antaranya sebanyak 32 juta emak-emak yang masuk dalam Muslimat NU. Sampai di kecamatan itu ada Muslimat lho,” kata Khofifah seusai menghadiri acara di IAIN Tulungagung, Minggu (23/9/2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here