Mendagri Ungkap Ada Kepala Sekolah Larang Siswa Menyanyi Lagu Indonesia Raya

141 Views

Bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya merupakan simbol pemersatu bangsa yang telah diakui sejak dulu.

Sebagai identitas nasional Indonesia, merupakan suatu hal yang sudah menjadi salah satu ciri dari bangsa Indonesia sejak bangsa ini berdiri. Artinya dengan bendera merah putih, masyarakat dunia akan langsung mengetahui bahwa simbol tersebut adalah simbol bangsa Indonesia.

Bendera merah putih bukanlah satu-satunya identitas dari bangsa Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi identitas negara ini, yakni lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan lambang negara Pancasila.

Warna merah putih juga memiliki makna yang mendalam, yang mencirikan jiwa nasionalisme bangsa Indonesia. Warna merah dari bendera negara kita berarti berani, sedangkan warna putihnya berarti suci.

Begitu besarnya makna dari bendera merah putih, masyarakat Indonesia begitu menyanjung dan menghormatinya, serta menjadi bendera yang selalu mendapatkan penghormatan khusus di setiap upacara bendera.

Semangat itulah yang harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Khususnya di lembaga sekolah, dari mulai SD, SMP, dan SMA. Namun, hal ini masih ada saja yang kurang memahami arti dari semangat nasionalisme itu dan melarang memberi hormat kepada bendera merah putih.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Ia menyebut ada kepala sekolah SMA di Jawa Tengah yang melarang siswanya memberi hormat kepada bendera merah putih.

Bahkan kepala sekolah tersebut juga melarang muridnya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada upacara bendera tiap awal pekan.

“SMA itu tetangga kantor Kodim dan Polres. Baru sadar, setiap Senin kepala sekolah melarang muridnya hormat ke bendara Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia raya,” katanya di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (18/10/17).

Hal seperti itu harus menjadi perhatian bersama, agar dilakukan anstipasi dan pencegahan sejak dini dan terus menggerakkan kembali wawasan kebangsaan itu.

Tjahjo mencontohkan, di negara Turki untuk menumbuhkan rasa nasionalisme warganya dengan memasang atribut-atribut kebangsaan di sudut-sudut kota.

“Di sudut-sudut wilayah Turki, bendera mereka terpajang luar biasa besar-besar. Itu semata-mata agar warganya tahu ini negara saya,” tandasnya.

Oleh Karena iu, kata Tjahjo, salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa cinta akan bangsa dan negara, pemerintah daerah diminta memasang bendara merah putih di setiap kantor pemerintahan.

Sikap kepala sekolah tersebut jelas menciderai rasa nasionalisme, sebab pelarangan itu sama saja dengan tidak menghargai hasil jerih payah para pejuang dan pendiri bangsa ini.

Seharusnya, kepala sekolah tersebut menyadari bahwa pendidikan tingkat dasar menjadi media pembentukan karakter generasi penerus bangsa sesuai dengan amanat Pancasila. Karena penggunaan bendera merah putih dan lagu kebangsaan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air serta membangkitkan semangat nasionalisme. Hal itu agar dapat menyamakan visi dan misi membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *