MK Sebut Dalil Pemohon Terkait Cuti Kampanye Presiden Tak Rasional



496 Kali di Baca

Mahkamah Konstitusi (MK) secara tegas menolak permohonan pengujian Pasal 299 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Sehingga presiden dan wakil presiden yang mengajukan diri kembali mengikuti pemilihan presiden atau pejawat tak perlu cuti kampanye.

“Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua Hakim Konstitusi, Anwar Usman, seperti dilansir dari resmi MK, Kamis (14/3).

Dalam pertimbangan yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi, I Dewa Gede Palguna, mahkamah berpendapat, dalil para pemohon tidak rasional. Menurut mahkamah, Pasal 299 ayat (1) UU Pemilu secara tegas menjamin, hak persiden dan atau wakil presiden petahana untuk melaksanakan kampanye sama sekali tidak dikurangi jika hendak mencalonkan diri kembali.

Dalam salinan putusan nomor 10/PUU-XVII/2019, permohonan uji materi yang diajukan oleh enam orang mahasiswa adari Fakultas Hukum Universitas Islam As-Syafiiyah itu dilakukan terhadap Pasal 229 ayat (1) dan Pasal 448 ayat (2) huruf c UU Pemilu. Pasal 229 ayat (1) itu terkait dengan aturan kampanye calon presiden-wakil presiden bagi pejawat.

Palguna mengatakan, jika presiden atau wakil presiden pejawat yang hendak mencalonkan diri kembali sebagai presiden dan wakil residen tidak diberi hak untuk melaksanakan kampanye, maka hal tersebut akan bertentangan dengan semangat pemilu dan UUD 1945.

Menurutnya, jika hal tersebut dilakukan, berarti akan terjadi perlakuan berbeda terhadap calon presiden dan wakil presiden petahana dengan calon presiden dan wakil presiden. Terkait persoalan hak itu akan digunakan atau tidak, hal tersebut sepenuhnya berada di tangan yang bersangkutan.

“Hanya saja, karena kedudukannya sebagai petahana, maka terhadap calon presiden dan atau calon wakil presiden petahana diberlakukan pembatasan agar dalam melaksanakan haknya untuk berkampanye yang bersangkutan tidak menyalahgunakan kedudukannya sebagai petahana,” jelas Palguna.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *