Muslim yang Baru Memperdalam Ajaran Islam Atau Mualaf Rentan Terpapar Radikalisme

81 Views

Fenomena hijrah di kalangan millennial menjadi sasaran empuk bagi para penyebar ajaran radikalisme.

Mantan pimpinan jaringan terorisme Jamaah Islamiyah, Nasir Abbas mengungkapkan banyak kalangan millennial yang kini berbondong-bondong memperdalam ajaran Islam secara kilat. Mereka belajar dan mengenyam pendidikan di sekolah non madrasah di mana tidak ada pendidikan agama Islam secara formal. Semangat belajar agama Islam secara instan dan mendadak tersebut menurutnya menjadi berbahaya apabila tidak dijaga dengan ajaran Islam yang tidak radikal.

“Itu kan mereka telat belajar agamanya. Sudah semangatnya telat, kelompoknya juga salah,” katanya. Akhirnya karena keterlambatan dan minimnya informasi, kalangan yang “hijrah” tersebut dapat dengan mudah disesatkan bagi kelompok-kelompok radikal.

Nasir menggarisbawahi bahwa terminologi hijrah saat ini begitu mudah digunakan oleh berbagai kalangan. Padahal, tak semua kondisi dapat dikatakan sebagai hijrah. Kata hijrah pun dianggap istimewa dan lekat dengan kesan baik. Oleh karena itu kelompok radikal dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan mudah.

“Itu kan beberapa istilah yang mereka pakai atau mereka gunakan. Faktanya bukan begitu maksud hijrah. Tetapi dianggap masuk dalam kelompoknya dianggap berhijrah. Menjadi islam menjadi berhijrah. Mereka menyalahgunakan kata hijrah,” jelasnya.

Nasir pun tak menampik bahwa muslim yang baru memperdalam ajaran Islam atau mualaf rentan terpapar ajaran radikalisme.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *