NKRI Bersyariah Bertentangan dengan yang Diinginkan Para Pendiri Bangsa

NKRI Bersyariah Bertentangan dengan yang Diinginkan Para Pendiri Bangsa
142 Views

Mantan menteri luar negeri, Dr. Alwi Shihab menyebut bahwa wacana NKRI-Bersyariah sangat tidak relevan dengan Indonesia yang terdiri dari beragam agama. Wacana itu kata dia sama saja dengan menciderai Pancasila yang telah terbukti mampu menjadi ideologi bangsa yang mengayomi semua golongan agama di Bumi Nusantara.

“Wacana NKRI bersyariah yang berkembang saat ini telah mencederai Pancasila yang inklusif dirubah menjadi eksklusif hanya untuk golongan agama tertentu,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Menurut Alwi, NKRI bersyariah itu adalah ide yang bertentangan dengan apa yang diinginkan oleh para pendiri bangsa ini.

“Kalau kita mengatakan bersyariah maka berarti tidak inklusif, tidak mengajak seluruh komponen bangsa dari kelompok keagamaan yang lain. Padahal sebenarnya Pancasila itu sendiri sudah memberikan memberikan makna dan semangat persatuan diantara semua kelompok. Sehingga kalau ada ide baru untuk menjadikan NKRI bersyariah, maka seakan-akan kelompok Islam ini ingin mengenyampingkan atau mengeluarkan kelompok-kelompok non-muslim dari negara ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum PKB ini menjelaskan, sebenarnya semua agama termasuk Islam, inti ajarannya adalah hubungan harmonis antar sesama. Bukan saja antar manusia dengan manusia, tetapi juga manusia dengan lingkungan, manusia dengan binatang, manusia dengan alam semesta, kesemuanya itu diarahkan kepada suatu hubungan yang harmonis.

Alwi menuturkan, bahwa dalam Islam jelas yaitu mencari titik temu di antara kelompok-kelompok agama. Titik temu itu tidak lain adalah Pancasila yang mana Pancasila bagi bangsa Indonesia adalah suatu ideologi yang mempersatukan semua etnis, semua kelompok keagamaan dan menjadikannya sebagai sumber pemersatu bangsa bukan monopoli satu agama. Pancasila milik semua warga dan semua kelompok keagamaan yang ada di tanah air ini.

“Jadi para founding fathers telah bersatu dan berjuang untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari kekuatan kolonial. Mereka juga berasal dari semua agama di Indonesia, bukan hanya agama Islam saja,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, keberadaan paham-paham radikal yang saat ini yang mengacu kepada upaya untuk memaksakan kehendak dan mempersalahkan pihak lain dan menganggap bahwa mereka paling benar.

“Kelompok-kelompok radikal inilah yang mengklaim kebenaran untuk kelompoknya dan menganggap kelompok lain itu salah,” jelas mantan Utusan Khusus Presiden Untuk Urusan Timur Tengah tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *