Panasbung Penyebar Kebencian Itu Terbukti Nyata, Ini Nama Jaringannya



32 Kali di Baca

Satgas Patroli Siber berhasil menggulung organisasi dan para pelaku yang sering mengunggah ujaran kebencian dan hoax bermuatan SARA yang meresahkan para netizen dan berpotensi memicu disintegrasi bangsa. Monitoring dan penilaian terus-menerus dilakukan secara terukur hingga terungkapnya beberapa anggota yang telah berhasil diciduk sebelumnya.

Monitoring dilakukan terhadap grup-grup Medsos, para admin maupun akun individu, kemudian Satgas melakukan penyelidikan dilanjutkan penegakan hukum terhadap pengurus grup SARACEN dengan melakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka secara berurutan, yakni  MFT (43) ditangkap pada 21 Juli 2017 di daerah Koja, Jakarta Utara; SRN (32) ditangkap pada 5 Agustus 2017 di Cianjur, Jawa Barat; kemudian JAS (32) yang ditangkap pada 7 Agustus 2017 di Pekanbaru, Riau.

Adapun modus dan peran yang dilakukan masing-masing pelaku kempok SARACEN ini terbilang profesional, rapi dan terorganisir sejak November 2016. Saracen sendiri diketahui

Adalah JAS selaku ketua Grup SARACEN merekrut para anggotanya melalui berbagai unggahan yang bersifat provokatif menggunakan isu SARA sesuai perkembangan trend media sosial. Unggahan tersebut berupa kata-kata, narasi, maupun meme yang tampilannya mengarahkan opini pembaca untuk berpandangan negatif terhadap kelompok masyarakat lainnya.

“JAS dipercaya oleh kelompok SARACEN karena memiliki kemampuan untuk merecovery akun anggotanya yang diblokir dan bantuan pembuatan berbagai akun baik yang bersifat real, semi anonymous, maupun anonymous,” ungkap Kepala Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/8/17).

Pada bagian lain Irwan Anwar juga mengungkapkan bahwa kelompok Saracen ini bekerja sesuai permintaan dari pihak yang memesannya. “Itu yang kemudian tergantung pemesanan. Kalau pesanannya mau menjelek-jelekan Islam dia punya akun sendiri sampai 2000, yang pemerintah juga,” ujar Irwan, “Kelompok Saracen biasanya menggunakan proposal terkait paket ujaran kebencian yang ditawarkan kepada pemesan. Dalam satu proposal yang kami temukan, itu kurang lebih setiap proposal nilainya puluhan juta (rupiah),” Tambah Irwan

Hal ini berdasarkan temuan banyaknya hasil scan KTP dan passport, data tanggal lahir, serta nomor handphone pemilik akun. Untuk menyamarkan perbuatannya, JAS sering berganti nomor HP dalam pembuatan akun email maupun FB. JAS sendiri memiliki 11 (sebelas) akun email dan 6 (enam) akun facebook yang digunakan sebagai media untuk membuat sejumlah Grup maupun mengambil alih akun milik orang lain.

Hasil digital forensik menunjukkan bahwa Grup SARACEN menggunakan beberapa sarana untuk menyebarkan Ujaran Kebencian berkonten SARA diantaranya yaitu Grup FB SARACENNEWS, SARACEN CYBER TEAM, SARACENNEWS.COM dan berbagai grup lainnya dengan pemilihan nama yang menarik bagi para Netizen untuk bergabung. Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan Grup SARACEN berjumlah lebih dari 800.000 akun.

“Tersangka MFT merupakan pengurus SARACEN di bidang Media Informasi. MFT menyebarkan ujaran kebencian dengan mengunggah meme maupun foto yang telah diedit serta membagikan ulang posting dari anggota SARACEN lainnya yang bertemakan isu suku dan agama melalui akun pribadi miliknya sendiri,” tambah Irwan.

Sementara tersangka SRN adalah pengurus SARACEN dengan peran koordinator grup Wilayah. SRN melakukan ujaran kebencian dengan melakukan posting atas namanya sendiri maupun membagikan ulang posting dari anggota SARACEN lain yang bermuatan penghinaan dan SARA menggunakan akun pribadi dan beberapa akun lain yang dipinjamkan oleh Tersangka JAS.

Sedangkan barang bukti yang diamankan Satgas Patroli Siber dari tangan JAS adalah 50 simcard berbagai operator, 5 Hardisk CPU dan 1 HD Laptop, 4 Handphone, 5 Flashdisk, dan 2 memory card. Sementara dari SRN 1 HP Lenovo, 1 Memory Card, 5 Simcard, dan 1 flash disk. Sedangkan barang bukti yang disita dari SRN 1 Laptop + Hardisk, 1 HP Asus ZR3, 1 HP Nokia, 3 Simcard, dan 1 Memory Card.

Saat ini penyidik masih terus mendalami berbagai akun email, akun facebook, para admin dalam jaringan group SARACEN yang masih aktif melakukan ujaran kebencian.

Ketiganya dijerat dengan pasal tindak pidana ujaran kebencian atau hatespeech dengan konten SARA sebagaimana dimaksud dalam pasal 45A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan atau pasal 45 ayat 3 jo pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sementara JAS dijerat dengan pasal 46 ayat 2 jo pasal 30 ayat 2 dan atau pasal 46 ayat 1 jo pasal 30 ayat 1 UU ITE nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman 7 tahun penjara.