Pemerintah Terus Menerapkan Standar Pencegahan Karhutla Berbasis Masyarakat

0
46

Wartakota – Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yaitu dari 2015 hingga 2017, jumlah titik api atau hotspot berikut dengan luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tercatat menurun.

Tingkat penurunan hotspot maupun luas kebakaran saat ini sudah sampai pada level di atas 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Data ini diperoleh dari pemantauan satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, pada tahun 2015, kebakaran hutan masih tercatat sekitar 22.000 titik. Sementara tahun ini, kata dia berkurang dari 2.500 titik atau turun 89 persen.

Dia menyebutkan, luas area karhutla pada 2015 mencapai 2,6 juta hektare. Kemudian mengalami penurunan hingga 94 persen pada tahun 2016, yaitu menjadi 146.000 hektare.

Untuk di tahun 2017, berdasarkan data terakhir, total luas karhutla yang mengalami kebakaran kembali turun menjadi 125.000 hektare atau sekitar 15 persen dari tahun 2016. Jika ditotal, maka luas area karhutla yang terbakar dari tahun 2015 sampai 2017 mencapai 95 persen.

Menurut Siti, menurunnya titik maupun luas areal karhutla pada 2017 ini bukan hanya didukung faktor iklim. Siti mengklaim jika hal ini berlangsung juga karena semakin baiknya sistem penanganan dan pencegahan karhutla yang dilakukan pemerintah Indonesia.

“Dalam dua tahun terakhir ini kelihatan sekali berbagai upaya dan sistem yang kita kerahkan. Pola yang dibangun di masyarakat itu saya lihat bisa bekerja dengan baik,” kata Siti saat menghadiri Rapat Kerja

Nasional Pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan (Karhutla) 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, usaha penanganan karhutla intens dilakukan oleh para pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, maupun Polri. Hal ini dilakukan dengan pembentukan satuan tugas yang disebar di seluruh wilayah Indonesia untuk pemadaman karhutla.

“Ini sungguh sangat membantu turunnya baik hotspot maupun perkara,” kata Wiranto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, penurunan drastis tersebut juga disebabkan karena telah berubahnya orientasi pemerintah dalam mengatasi karhutla. Jika dulu pemerintah berorientasi hanya untuk memadamkan api, saat ini justru pencegahan diutamakan.

Menurut Darmin, pencegahan justru lebih mudah dilakukan dibandingkan memadamkan karhutla. Pasalnya, perencanaan untuk melakukan pemadaman dapat lebih jelas dilakukan jika dibandingkan ketika melakukan pemadaman.

“Selama ini kita dengar ya kita susah membuat perencanaannya (untuk pemadaman). Ya memang. Tapi kalau pencegahan dibuat sebagai metode, itu perencanaan bisa lebih jelas,” kata Darmin.

Darmin juga terus mengingatkan para pelaku usaha agar menerapkan standar pencegahan karhutla dengan pendekatan klaster dan berbasiskan masyarakat.

“Saya tugasnya pencegahan terhadap karhutla ini. Meskipun cuaca saat ini lebih basah, pemerintah bersama swasta harus tetap komit untuk menjaga pencegahan karhutla dan mentransformasi ekonomi sumber daya alam jadi hijau, rendah asap, dan rendah emisi,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here