Penanganan Bencana Longsor, Jokowi Siapkan Anggaran Rp 1,9 Triliun

193 Views

Bogor –  Presiden Jokowi menegaskan pemerintah menyiapkan jutaan bibit tanaman yang memiliki nilai ekonomi untuk penanganan bencana banjir dan longsor. Pemerintah telah alokasi anggaran Rp1, 9 triliun untuk seluruh Indonesia. 

     Itu disampaikan Jokowi saat meninjau lokasi bencana di Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor,  Senin (3/2/2020). Ini merupakan kunjungan kedua Jokowi ke wilayah tersebut
untuk melihat bangunan dan penahan longsor dan pembuatan bronjong kawat di daerah yang sempat dilanda longsor pada awal Januari 2020 lalu.

       “Untuk wilayah Sukajaya sendiri telah disediakan kurang lebih 92 ribu bibit tanaman. Bibit tanaman tersebut terdiri atas tanaman yang memiliki nilai ekonomi seperti jengkol, durian, sirsak, hingga petai, dan tanaman yang berfungsi untuk memperbaiki ekosistem, seperti tanaman vetiver dan sereh wangi,” kata Jokowi.

      Dalam kunjungannya itu, Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. 

      Kedatangan Jokowi disambut oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Bogor Ade Yasin.

     Presiden menegaskan dalam penanganan banjir dan longsor pemerintah melakukan pendekatan vegetatif juga pendekatan fisik. Presiden menyebut, penanaman bibit pohon yang dilakukan di Kecamatan Sukajaya merupakan salah satu contoh pendekatan vegetatif.

       “Jadi di tempat-tempat yang terjadi bencana banjir dan utamanya yang tanah longsor, pendekatan kita sekarang bukan hanya pendekatan-pendekatan fisik saja, bukan hanya bangunan-bangunan fisik saja, tetapi juga yang berkaitan dengan vegetatif,” ucap Jokowi. 

        “Ini yang akan terus kita dekati dengan cara-cara itu, sehingga kita harapkan dengan dua pendekatan ini, bencana banjir dan longsor bisa kita selesaikan,” jelasnya.

       “Tetapi untuk yang lebih luas kita akan siapkan lagi dalam jumlah jutaan bibit-bibit seperti ini. Jangan sampai, sekali lagi, kita hanya pendekatan fisik, tetapi pendekatan vegetatif, ekologi, ekosistem kita lakukan juga. Seperti tadi yang ditanam di Harkat Jaya, ada kemiringan, sudah tanam vetiver,” imbuhnya.

      Dari Harkatjaya, Presiden beranjak menuju Desa Pasir Madang yang berjarak sekitar setengah jam dari lokasi peninjauan untuk melakukan kegiatan penanaman bibit di kebun bibit desa. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *