Penyuluhan Konsumsi Daging Babi Yang Benar Di Bali Disesatkan Untuk Menjadi Fitnah Kepada PDIP

0
348
Penyuluhan Konsumsi Daging Babi Yang Benar Di Bali Disesatkan Untuk Menjadi Fitnah Kepada PDIP

Suatu tulisan klikbait yang memang ditujukan sebagai fitnah kepada PDI Perjuangan seolah-olah partai yang dipimpin oleh Hj. Megawati Soekarnoputri ini menganjurkan masyarakat mengkonsumsi daging babi.

Padahal kegiatan yang menjadi referensi tulisan/artikel tersebut berlangsung di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Bali dimana Wakil Ketua DPD PDIP Nyoman Parta menggagas pertemuan dengan pakar peternakan Universitas Udayana Bali.

Parta dalam kesempatan tersebut ingin membuktikan bahwa konsumsi daging yang biasa dilakukan masyarakat Bali bukanlah penyebab tunggal meningitis. Di samping bakteri, ada juga virus, jamur, dan parasit. Ia menyerukan kepada masyarakat agar jangan lagi takut mengonsumsi babi. Asalkan babi dimasak benar-benar matang, tentu saja aman bagi tubuh.

Tiga pakar dari Unud yang diundang adalah Peneliti Ternak Babi Prof. Komang Budaarsana (ketua Asosiasi Ilmuan Ternak Babi Indonesia), Wakil Dekan III Fakultas Peternakan Unud Dr. I. I Nyoman Tirta Aryana (sekjen Asosiasi Ilmuan Ternak Babi Indonesia), dan dosen Fakultas Peternakan Unud Dr. Ni Luh Putu Sriyani (ketua Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia). Sehingga acara tersebut murni sebagai penyuluhan kepada masyarakat di Bali.

Sebelum dilaksanakan makan bersama, para pakar menjelaskan soal bakteri Meningitis Streptocuccus suis (MSS). Menurut Prof. Komang Buda, bakteri MSS akan mati pada suhu 56 derajat celcius.

Sedangkan babi guling dengan berat antara 20-40 kg akan matang pada suhu 110 derajat celcius selama kurang lebih 2 jam.

Dari penjelasan diatas maka berbagai judul yang dimuat di artikel dan media online terkait hal tersebut sangat menyesatkan dan merugikan pihak PDIP.

Hendaknya masyarakat jangan berprasangka buruk dan terprovokasi oleh pemberitaan yang menggunakan judul yang tendensius dan intimidatif apalagi mengaitkan isu agama.

Masyarakat harus terbiasa untuk menggali informasi lebih dalam lagi terutama modus klikbait yang hanya mengandalkan judul bombastis untuk menyerang seseorang maupun organisasi dengan fitnah akibat disinformasi.