Pertamina Kena Sanksi Jika Tak Laksanakan Pendistribusian 25.000 Paket LPG untuk Nelayan Kecil

44 Views

Pemerintah menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk mendistribusikan dan memasang 25.000 paket perdana Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di 18 wilayah pada tahun 2018.

Penugasan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018 terhitung sejak 26 Januari 2018.

Ke-18 wilayah itu adalah Provinsi Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Pembagian paket konverter kit ini terdari atas beberapa komponen, yaitu pipa penyalur (selang), pengatur (regulator), pencampur (mixer/injector) dan alat pendukungnya, tabung LPG, LPG, as panjang, serta baling-baling beserta alat kelengkapannya.

“Pendistribusian paket konverter kit LPG 3 kg oleh Pertamina ini dilaksanakan dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2018,” seperti ditulis rilis resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (5/2/18).

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Pertamina diminta untuk memberikan laporan kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi secara tertulisan setiap 3 (tiga) bulan sekali terkait progress penugasan tersebut.

Dalam aturan ini dinyatakan pula bahwa Dirjen Migas dapat melakukan penyesuaian wilayah penugasan dan jumlah paket perdana berdasarkan hasil verifikasi calon penerima paket perdana. Perubahan wilayah penugasan dan jumlah paket perdana ini dapat dilakukan dengan ketentuan tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan.

Namun apabila dalam hal terjadi keadaan kahar yang meliputi kekacauan umum, huru-hara, sabotase, kerusuhan, demonstrasi dengan kekerasan, pemogokan, kebakaran, banjir, tanah longsor, gempa bumi, akibat kecelakaan dan bencana alam lainnya, Pertamina wajib melakukan langkah-langkah darurat serta melaporkan dan mempertanggungjawabkan kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

“Apabila Pertamina tidak dapat melaksanakan penugasan penyediaan, pendistribusian dan pemasangan paket perdana LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil, perusahaan plat merah tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”

Sebagaimana diketahui program pembagian konverter kit untuk nelayan ini telah dibagikan 5.473 unit konverter kit pada 2016 dan 17.081 unit di tahun 2017. Penggunaan LPG 3 kg sebagai bahan bakar ini telah berhasil mengurangi biaya operasional nelayan sebesar Rp30.000 hingga Rp50.000 per harinya. Dengan LPG juga memberikan energi bersih, mengurangi konsumsi BBM, lebih aman, serta membantu ekonomi nelayan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *