Perubahan Visi-Misi Ditolak KPU, Prabowo-Sandi Buktikan Tidak Akan Mampu Membawa Indonesia Lebih Baik

Perubahan Visi-Misi Ditolak KPU, Prabowo-Sandi Buktikan Tidak Akan Mampu Membawa Indonesia Lebih Baik

72 Kali di Baca

Kejelasan Program dan visi misi paslon no urut 01 Prabowo-Sandiaga Uno semakin kabur ketika seminggu jelang debat perdana Pilpres 2019, secaga mengejutkan pasangan calon nomor urut dua yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengubah berkas visi misi. Berkas tersebut diketahui baru disetor oleh pihak Prabowo-Sandiaga pada 9 Januari 2019 kemarin.

Melansir Detik, terlihat perubahan di sampul depan berkas adalah penambahan tagline ‘Indonesia Menang’. Mulanya, visi misi Prabowo-Sandi terdiri dari 14 halaman termasuk sampul depan, namun kini bertambah tebalnya menjadi 45 halaman. Salah satu alasan perubahannya, disebut kubu Prabowo-Sandi menyesuaikan hasil survei.

“Melihat sambutan luas masyarakat dan hasil survei terakhir, maka tagline diubah,” kata Wasekjen PD Andi Arief.

Beberapa alasan juga diungkapkan oleh juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyebut perubahan tersebut berangkat dari sisi desain agar lebih eye-catching.

“Pertama, ada editing dalam tata bahasa supaya mudah dipahami masyarakat. Kedua, ada tambahan-tambahan di aksi dan program supaya lebih detail, supaya masyarakat bisa mendapatkan pesan yang lebih konkret,” jelasnya. “Ketiga, ya desain supaya lebih eye catching, supaya ada nilai estetikanya. Jadi kita dorong estetika dan konten,”

Namun dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), perbaikan dokumen visi misi dan program kandidat Pilpres 2019 tak bisa dilakukan lagi. Karena visi misi adalah salah satu persyaratan proses pendaftaran capres-cawapres dan tahapan proses tersebut telah dilalui.

“Prinsipnya begini, visi-misi, program pasangan capres dan cawapres itu kan merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pendaftaran, karena posisi regulasinya begitu maka sudah tidak dimungkinkan lagi ada perubahan visi-misi, program dari pasangan capres dan cawapres,” kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

“Prinsipnya visi-misi, program itu kan bagian dari persyaratan proses pendaftaran pasangan capres dan cawapres. Karena itu bagian dari proses pendaftaran maka tahapannya kan sudah berlalu sehingga perbaikan dokumen visi-misi, program tidak memungkinkan lagi. Itu prinsipnya begitu.

Tetapi tentu saja, dalam berkampanye ya tentu saja KPU tidak bisa membatasi pasangan capres dan cawapres dalam berkampanye untuk menyampaikan pandangan-pandangan, gagasan-gagasan demi kemajuan bangsa Indonesia 5 tahun mendatang. Itu kan dua hal yang berbeda. Yang kita atur adalah dokumennya mas. Dokumennya kan sudah melewati tahapan, begitu,” ujarnya.

KPU mengatakan telah menerima surat terkait perubahan visi misi Prabowo-Sandi pada 9 Januari 2019 untuk selanjutnya dibalas secara resmi. Namun Wahyu menjelaskan nantinya akan menampilkan visi misi keduanya sesuai dengan dokumen yang diserahkan di awal. Namun ia tak membatasi gagasan yang bisa berkembang dari setiap pasangan capres-cawapres.

“Ya tentu saja dokumen awal toh mas. Tadi kan saya menyampaikan bahwa sudah tidak ada lagi masa untuk memperbaharui visi-misi, program, dokumennya. Karena dokumen visi-misi, program itu bagian tidak terpisahkan sebagai persyaratan dalam proses pendafataran capres dan cawapres,” tuturnya.

“Kalau kemudian pasangan capres dan cawapres akan menyampaikan gagasan-gagasan, ide-ide besar, konsep-konsep besar dalam berkomunikasi politik dengan masyarakat tentu saja itu menjadi hak dari pasangan capres dan cawapres. Tapi dalam konteks dokumen ini dokumen ya sudah jelas, ini sudah melewati tahapan itu,” tuturnya.

Menurut Arief, dokumen visi, misi, dan program paslon capres-cawapres diserahkan pada saat pendaftaran kandidat tersebut. Arief juga mengungkapkan sempat ada kesalahan saat mengunggah dokumen visi-misi paslon Prabowo-Sandiaga Uno.

Arief menegaskan pihaknya tidak menolak pengajuan revisi visi-misi paslon nomor 02 itu. “Istilahnya bukan begitu. Melainkan KPU hanya menerima seluruh dokumen pendaftaran di masa pendaftaran (capres-cawapres). Nah, dokumen pendaftaran itu salah satunya adalah dokumen visi-misi dari paslon capres-cawapres,” ungkap Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).

Dengan kata lain, Arief menegaskan jika KPU sudah menerima dokumen visi dan misi pada saat pendaftaran capres-cawapres, Agustus 2018 lalu. Jika sempat ada perbaikan visi dan misi yang terunggah oleh KPU, hal tersebut menurutnya hanyalah kesalahan.

Sebelumnya, dokumen perbaikan visi-misi dari tim Prabowo-Sandiaga Uno sempat diunggah di laman resmi KPU pada Kamis (9/1). Menurut Arief, unggahan itu sudah diturunkan.

Menurut dia, ada kesalahan pemahaman soal visi-misi dan pelaksanaan debat capres-cawapres. “Kemarin, teman-teman (staf KPU) itu salah memahami. Dikiranya ada dokumen visi-misi untuk debat. Padahal tidak,” tegas Arief.

Untuk pelaksanaan debat capres-cawapres nanti, lanjut Arief, KPU meminta kepada panelis untuk menajamkan visi dan misi lewat pertanyaan yang mereka susun.

“Visi-misi yang sudah diserahkan (kepada KPU pada saat pendaftaran capres-cawapres) itulah yang diserahkan ke panelis sebagai bahan untuk menyusun kisi-kisi pertanyaan debat capres nanti,” tambahnya.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, mengatakan perubahan visi dan misi pasangan capres-cawapres sudah tidak diperbolehkan untuk saat ini. Dengan demikian, perbaikan visi dan misi yang sempat disampaikan oleh tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno juga tidak bisa diterima oleh KPU.

Wahyu mengungkapkan kronologi permohonan penggantian visi dan misi oleh Paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno. “Pada 9 Januari 2019, BPN paslon 02 bersurat kepada KPU. Dalam surat itu pada intinya menyerahkan dokumen berisi visi-misi program. Karena itu surat resmi, maka kita juga akan menjawab secara resmi pula,” ujar Wahyu ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/1) siang.

Namun, Wahyu menegaskan KPU berpandangan bahwa visi, misi dan program merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres. Sementara itu, ahapan pencalonan capres-cawapres itukan sudah jauh berlalu.

Dokumen visi dan misi terdahulu dari pihak Prabowo-Sandiaga juga sudah dipublikasikan melalui laman resmi KPU. Dokumen ini pun sudah menjadi alat peraga kampanye yang digunakan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat luas.

“Ya, tentu menjadi tidak diperbolehkan (perubahan visi-misi). Karena itu tadi, sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen pencalonan capres-cawapres. Dan pada saat pendaftaran itu juga ada tenggat waktu untuk memperbaikinya, prinsipnya tahapan sudah terlewati,” tegas Wahyu.