Pesan untuk Presiden Terpilih dari Emha Ainun Nadjib

280 Views

Tak lama lagi rakyat Indonesia akan menentukan masa depan bangsa ini untuk lima tahun kedepan. Penting menjadi catatan dalam memilih calon Presiden yang mampu membawa negara ini kepada sebuah peradaban yang baik dan tidak memecah belah.

Pesta demokrasi sejatinya harus menjadi sebuah kegembiraan dan bukan permusuhan, hal inilah yang menjadi perhatian bagi budayawan . Ia mengatakan, siapapun calon presiden dan wakil presiden yang terpilih harus menjadi Pemimpin Indonesia untuk periode 2019-2024 yang mengutamakan kearifan bersama dalam memimpin negeri ini.

“Pesan saya harus menomorsatukan kearifan bersama sebagai bangsa Indonesia, tidak sebagai Partai Gerindra tidak sebagai PDIP, tidak sebagai apapun, tetapi harus menomorsatukan kemenangan rakyat,” ujarnya saat bersilaturahim bersama wartawan di Rumah Maiyah, Yogyakarta, Jumat (29/3/2019).

Selain itu ia juga berpesan, siapapun presiden yang terpilih pada Pilpres 2019 harus menjadi kemenangan bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan kemenangan kelompok atau golongan tertentu.

“Harus ada para pemimpin yang arif dan rendah hati karena di Indonesia yang harus menang kan rakyat, bukan kelompok manapun,” kata dia.

Budayawan yang akrab disapa Cak Nun ini menyebut, Pemerintah Indonesia perlu menimbang ulang dan merumuskan kembali etos kepemimpinannya agar bisa menakar keseimbangan pembangunan, serta kebijaksanaan arah masa depan. Serta berhenti dari kecengengan dan ‘gimmick’ pembangunan, serta membuang segala jenis kekerdilan politik, yang selama ini menjadi sumber permusuhan, kebencian, dan pertengkaran-pertengkaran yang mubadzir.

Menurutnya, untuk memperkecil kemungkinan munculnya gesekan pasca-Pemilu 2019, pemimpin terpilih harus menghilangkan egonya dengan mengumpulkan orang-orang tua serta para tokoh nasionalis.

Sebab lanjut dia, Presiden yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia adalah pemimpin yang punya kesanggupan membawa Indonesia ber-“husnul khatimah” (akhir yang baik).

“Jangan sampai bangsa Indonesia, terutama rakyat kecil di strata bawah, akan semakin berposisi sebagai pelengkap penderita dan menjadi korban kamuflase-kamuflase elite politik nasional maupun global,” jelas dia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *