PLTA Asahan Akan Menghasilkan Energi Listrik 1.477 GWh per Tahun

PLTA Asahan Akan Menghasilkan Energi Listrik 1.477 GWh per Tahun
287 Views

PLN menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 akan rampung selama empat tahun. Diketahui, pembangunan itu dimulai pada 24 Maret 2019 hingga 27 Maret 2023.

GM PT. PLN (Persero) UIP Kitsum Weddy B Sudirman berharap pembangunan kontruksi PLTA Asahan 3 jika beroperasi akan menambah pasokan listrik untuk menjaga kestabilan dan keandalan listrik.

“Pembangkit itu nanti akan menghasilkan energi listrik 1.477 GWh per tahun,” kata GM PT. PLN (Persero) UIP Kitsum Weddy B Sudirman, Rabu (27/11).

Dengan hadirnya pembangkit Hidro Electric Power Plant ini, bagi kontribusi kelistrikan akan menurunkan biaya pokok produksi (BPP). Pembangkit menggunakan air ini (energi baru terbarukan) sangat murah dibandingkan bila menggunakan solar, gas atau batubara.

Ia mengatakan seiring dengan terjadinya penurunan biaya pokok produksi (BPP), hal itu juga berdampak pada penurunan subsidi listrik. Dengan beroperasinya PLTA itu nantinya, maka akan menghemat uang negara mencapai Rp 1,9 miliar per tahun.

Beroperasinya PLTA itu juga akan menambah pasokan listrik di Sumut yang semakin handal serta menambah jutaan pelanggan listrik di daerah ini. PLTA yang pembangunannya bersumber pada loan JICA (Badan Kerjasama Internasional Jepang/Japan Internasional Cooperation Agency) Rp 3,23 triliun dengan kapasitas listrik 174 MW (2X87MW).

Ia mengatakan pembangkit itu nantinya juga akan membuka lapangan pekerjaan yang besar pada masyarakat Sumut khususnya bagi warga sekitarnya. Diperkirakan dengan pinjaman dengan suku bunga yang rendah sekitar 0,75 persen per tahun pembangkit ini jika beroperasi nantinya akan segera break even point (BEP) atau mencapai titik impas sekitar delapan sampai sepuluh tahun ke depan serta. Umur pembangkitan diperkirakan berkisar 50 tahun bahkan lebih.

Ia mengatakan adanya perbedaan penggunaan tenaga air dengan dua pembangkit di atasnya yakni PLTA Asahan I dan II, di mana pembangkit sebelumnya dibangun bendungan (tipe bendungan).

Sedangkan untuk Asahan tiga ini menggunakan tipe ‘runriver’ dengan membangun terowongan dan tunnel untuk membelokkan arus sungai Asahan guna menggerakkan turbin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *