Polda Kalbar Berhasil Membongkar Jaringan Narkoba Pontianak-Malaysia



1,142 Kali di Baca

Ditresnarkoba Polda Kalimantan Barat berhasil membongkar jaringan narkoba internasional di Desa Purun Jl Raya Pontianak – Sei Pinyuh kec Sei Pinyuh dari tangan seorang kurir narkoba bernama MJ.

Dari tangan pelaku, Polisi mengamankan 8,24 kilogram sabu dan 18.762 butir pil ektasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Gembong Yudha mengungkapkan, awalnya polisi mengamankan pria berinisal MJ di pinggir jalan raya jurusan Pontianak-Sei Pinyuh, Senin (15/4/2019).

“Saat di lakukan penggeledahan terhadap barang yang di bawanya dan di temukan 2 tas ransel warna biru hitam yang berisi dan tas ransel merk Nike warna Orange Hitam berisi narkoba jenis sabu sebanyak 8,24 kg dan pil ekstasi sebantak 18. 762 butir,“ jelas Gembong.

Selanjutnya, setelah mengamankan MJ, anggota Ditresnarkoba Polda Kalbar melakukan pengembangan dan menangkap IS yang merupakan istri MJ di Desa Ambawang Kuala dan ditemukan barang bukti narkoba satu klip transparan sedang di bungkus plastik hitam berisi sabu dan dua klip transparan sedang berisi sabu dan tas kecil serta HP.

Selain itu, pihaknya juga mengamakan tiga orang pria yang diduga kuat terlibat jaringan narkotika, tiga orang itu adalah ABK Kapal Rajawali Laut-IV yakni UF, BD dan IK.

Gembong menegaskan, pelaku MJ terpaksa di lumpuhkan, karena saat di ringkus melakukan perlawanan, meski saat di tangkap dilakukan dengan cara di tabrak menggunakan sepeda motor dan mobil, tapi masih melakukan perlawanan.

“Saat ini kita masih melakukan pengembangan, karena masih ada satu orang lagi yang sudah kita tetapkan sebagai DPO, ini merupakan jaringan Pontianak dan Malaysia,” ujarnya.

Peredaran narkoba sejauh ini masih marak di masyarakat. Kendati demikian masyarakat hendaknya menghindari tindakan penyelundupan, penjualan dan penggunaan narkoba karena akan merugikan bagi diri sendiri.

Pihak aparat dalam hal ini Kepolisian, BNN serta instansi terkait lainnya tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkoba di Indonesia.