Polisi Amankan 18 Orang dalam Kerusuhan di DPRD Banggai

41 Views

Polda Sulawesi Tengah menginisiasi sebuah dialog bertajuk Dialog Kebangsaan, untuk meredam konflik di tengah warga. Masyarakat dan pemerintah pun diajak berdiskusi untuk mencari solusi penyelesaian konflik.

Namun disayangkan masyarakat dari Kintom tidak mau hadir, bahkan menutup jalan Trans Sulawesi.

Meski masyarakat Kintom tidak hadir, kegiatan Dialog Kebangsaan tetap berjalan dengan dipimpin Bupati Banggai H Herwin Yatim dan Wakapolda Sulawesi Tengah Kombes Leo Bona Lubis.

Ada juga perwakilan pimpinan TNI setempat, anggota DPRD Luwuk Banggai, dan tokoh masyarakat perwakilan masing-masing suku termasuk yang berkonflik.

Mengetahui jalan ditutup, Wakapolda Sulteng langsung menuju lokasi penutupan jalan. Massa dibubarkan untuk membuka jalan kembali. Pada sore hari, sekitar pukul 15.30 Wita, massa yang jumlahnya kurang-lebih 500 orang melakukan aksi unjuk rasa di gudang kantor DPRD Banggai.

Baku tembak terjadi saat kerusuhan pecah di kantor DPRD Luwuk Sulawesi Tengah. Dalam kerusuhan itu, seorang aparat kepolisian terluka, saat mereka menghindari serangan massa dengan menggunakan tameng.

Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul membenarkan tentang kejadian tersebut. “Tindakan pembubaran massa anarkis tersebut memang benar,” kata Martinus di Jakarta, Senin (28/8/17).

Ia menjelaskan, terjadi aksi anarkisme diawali oleh tindakan massa yang melempari aparat yang sedang berjaga di sekitar lokasi kegiatan. Pelemparan batu semakin brutal, akhirnya aparat mengeluarkan tembakan peringatan dengan peluru hampa.

Martinus mengatakan, kerusuhan ini merupakan buntut dari konflik yang terjadi antar dua kelompok. Pertikaian berawal dari kasus kriminal terkait penganiayaan yang mengakibatkan pegawai magang di Damkar Kabupaten Banggai meninggal dunia.

Pelakunya diduga berasal dari suku tertentu dan berkembang menjadi konflik horizontal. Sementara barang bukti yang diamankan dalam kerusuhan ini yakni senjata tajam terdiri dari empat anak busur, 10 badik dan kendaraan bermotor roda dua sebanyak 17 unit.

Sedangkan personel Polri, serta masyarakat yang terluka juga sudah dipulangkan setelah dirawat di RSUD Banggai.

Dari peristiwa tersebut, 18 orang diduga pelaku pengrusakan diamankan 18 oleh aparat keamanan.

Kepada masyarakat diimbau agar tidak terprovokasi isu SARA terkait kasus penganiayaan warga di Kab. Banggai karena penganiayaan tersebut murni tindak pidana dan tidak ada keterkaitan dengan suku tertentu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *