Polisi Berhasil Meringkus Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Presiden



47 Kali di Baca

Wartakota – Aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku penyebar konten penghinaan kepada Presiden Jokowi dan SARA melalui akun Facebook atas nama ‘Gun’ pada tanggal 6 Februari 2018.

Gunawan (58) merupakan warga Pulo Gadung, Jakarta Timur. Ia ditangkap lantaran mengirimkan gambar Presiden Jokowi melalui WhatsApp seolah-olah sedang disholati dengan tulisan dibumbui tulisan “Sebenarnya bangkai satu ini tidak perlu disholati, hidupnya saja bikin repot, sudah jadi bangkai juga ngerepotin”.

Ditangkapnya Gunawan berawal dariscreenshot yang tersebar luas ke media sosial. Screenshot itu merupakan gambar yang kemungkinan besar diunggah melalui WhatsApp dengan nomor yang tertera di gambar.

Tak hanya itu di akun Instagram yang dikelola Gunawan juga di jumpai banyak sekali unggahan Gunawan yang menghina pemerintah serta menyudutkan Jokowi serta PDIP yang notabenenya merupakan Partai pendukung Jokowi.

Gunawan akhirnya ditangkap di kediamannya yang terletak di Jalan Tenggiri Nomor 4B, Kelurahan Pulogadung, Jakarta Timur pada Selasa sore.

Saat diperiksa Gunawan mengungkapkan alasannya mengunggah gambar-gambar tersebut ke media sosial yang dia miliki. Menurutnya, dia mengirimkan ujaran kebencian itu karena tidak puas dengan kebijakan pemerintah saat ini yang menurut dia lebih berpihak kepada asing dan aseng ketimbang berpihak kepada pribumi.

Alasan Gunawan jelas tidak bisa diterima sebab tidak memiliki dasar dan data seperti yang dia tuduhkan.

Saat ini Gunawan telah dibawa ke Tipidsiber guna pemeriksaan lebih lanjut. Dia diduga melanggar pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Masyarakat harus belajar dari berbagi kasus yang akhir-akhir ini sering terjadi di media sosial. Sebab media sosial harus digunakan untuk berinterkasi dan berkomunikasi dengan bijak bukan dengan menyebarkan konten-konten atau gambar-gambar negatif yang justru akan membawa petaka kepada kita.