PPP dan PKB Kompak Dukung Prabowo Habisi Kelompok Radikalis dari Kubunya

810 Views

Perjalanan politik Prabowo Subianto menapaki episode yang sedikit menegangkan. Pasalnya jika Prabowo benar-benar tulus ingin merapat ke Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf maka Prabowo harus menghabisi penumpang gelap yang ada dikubunya.

Tentu langkah ini akan membuat kaum radikalis dilingkaran Prabowo merasa terancam. Karena guncangn itu akan menjadi ombak besar yang siap menerjang.

Apalagi jika melihat pernyataan Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade tentang penumpang gelap yang menimbulkan chaos.

“Orang itu ingin Indonesia chaos. Ingin Pak Jokowi disalahkan. Ingin Indonesia ini ribut. Pak Prabowo sebagai patriot dan negarawan menolak hal itu. Itulah penumpang gelap itu,” kata Andre Rosiade di Gado-gado Boplo, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).

Kita mungkin juga tahu bahwa penumpang gelap tersebut adalah kelompok Ijtima Ulama yang ingin mengganti NKRI dengan khilafah namun dibungkus dengan kalimat paling tolol sedunia “NKRI Bersyariah” dan mereka juga sudah terang-terangan berniat makar karena hasil dari Ijtima Ulama 4 adalah menolak pemerintahan Jokowi sebagai pemerintahan yang sah. Padahal sudah ditetapkan KPU dan diuji melalui Mahkamah Konstitusi.

Jadi penumpang gelap di sini bukan penumpang misterius yang sulit diketahui, mereka sudah terang benderang menginginkan sistem baru di negara kita. Mungkin maksud penumpang gelap di sini dikarenakan kelakuan mereka yang jahat dan identik dengan gelap.

Kita semua sadar bahwa kejadian politik akhir-akhir ini, telah membuka siapa sebenarnya kawan dan siapa sebenarnya lawan. Tapi ada orang-orang bodoh bernama Ijtima Ulama yang dengan terang-terangan menempatkan diri sebagai musuh bersama dengan menginginkan NKRI bersyariah dan menolak pemerintahan yang sah.

Jelas mereka adalah kaum-kaum yang ingin mengganti sistem NKRI sehingga PKB dan PPP meminta Prabowo menghabisi penumpang gelap dikubunya jika memang tulus berniat rekonsiliasi dan mendekati Pemerintah.
Namun, hal tersebut akan membuat radikalis ketar ketir, kejang kejang dan keringat dingin karena jika Prabowo menuruti permintaan PKB dan PPP, maka mereka akan tamat karena backingan militer di kubu Ijtima Ulama semakin lemah.

Dari peristiwa ini masyarakat ingin melihat apakah Prabowo benar-benar menyadari kesalahannya yang telah dimanfaatkan oleh penumpang gelap dengan resiko akan kehilangan pendukung radikalis pada 2024.
Namun jika tidak dilakukan oleh Prabowo, maka terindikasi ada niatan lain Prabowo di Pilpres 2024.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *