Prabowo Gagal Kelola Perusahaan Apalagi Negara

Prabowo Gagal Kelola Perusahaan Apalagi Negara
52 Views

Jakarta – Prabowo dalam kampanyenya teriak utang, tapi dirinya masih terjerat utang yang membuat nasib 1.400 karyawan PT Kertas Nusantara sampai terkatung katung. Memimpin perusahaan sendiri saja gagal dan bermasalah, bagaimana mungkin mau memimpin negara?

Masalah masa lalu masih mendera dan jadi beban ke Pak Prabowo. Benar, Pak Jokowi nggak punya beban masa lalu sementara Pak Prabowo terseret dan terus disandera beban hutang masa lalu ke karyawannya. Masalahnya sensi lagi yaitu masalah uang alias utang yang belum bisa dituntaskannya.

Berkoar teriak utang dan utang Pemerintah saban kampanye ternyata Pak Prabowo masih terjerat utang besar. Konyol kan, gegara utang tak dibayar maka membuat nasib 1.400 karyawan PT Kertas Nusantara-sebelumnya PT Kiani Kertas-sampai terus terkatung-katung.

“Rencananya akan ada gelar perkara membahas nasib karyawan Kertas Nusantara bulan depan nanti,” kata Koordinator Dinas Tenaga Kerja Kaltim Pengawas Wilayah Utara, Sab’an, Senin 25 Februai 2019.

PT Kertas Nusantara diketahui adalah milik Prabowo Subianto dan adik kandungnya, Hashim Djojohadikusumo. Sejak lima tahun lalu, perusahaan ini mengalami masalah keuangan. Menurut Sab’an manajemen perusahaan tidak mampu membayar gaji yang menjadi tuntutan karyawan.

Kalau dilihat dari jejak digitalnya, di Tempo, tahun 2010 karyawan PT Kertas Nusantara sudah menagih gaji mereka ke Prabowo. Duh, hantu utang pribadi ke karyawannya ternyata terus membayanginya hingga kini. Lihat : https://nasional.tempo.co/read/221325/karyawan-pt-kertas-nusantara-tagih-prabowo/full&view=ok

Tak ada malu nih Pak Prabowo dan Hashim yang malah menutup mata dan tak peduli nasib para karyawan mereka. Kalau begini saja tak peduli, gimana mau jadi pemimpin negara? Pak Hashim kan banyak duit, talangin dulu dah, bayarin dulu gaji karyawanmu, jangan jadi ganjalan nanti buat kampanye!

Sibuk kampanye membuat Pak Prabowo terus fokus dan mengabaikan nasib para karyawannya. Akhirnya Pemerintah Kalimantan Timur terpaksa harus turun tangan. Pemprov Kalitm menyebut akan membahas nasib karyawan yang dirumahkan itu pada bulan depan.

Makanya mengusung tagar atau motto kampanye Indonesia Menang, gimana mau menang, utangnya banyak cuy! Kelarin dulu dong dan beresin hutang karyawanmu, kalau nggak ini akan jadi batu kerikil yang lama-lama makin bergulir dan akan menjadi batu sandungan raksasa buat si Prabowo.

Mohon Pak Sandiaga tolong kucurkan dana kalau sang Capres masih belum mau menuntaskan pembayaran gaji yang sudah lama mangkrak ini. Mohon para jubir BPN bantu ingatkan Pak Prabowo agar membayar dulu sebagian, 50 persen deh gaji agar terlihat ada niat dan usaha.

Pak Prabowo dan jubir BPN jangan tutup mata, bantu dong urunan buat bayar gaji karyawan yang nggak kelar-kelar urusannya. Bayar dulu gaji karyawan PT Kertas Nusantara baru kampanye.

Miris jika Prabowo mau ngurus negara tapi utang ke karyawan tak dituntaskan. Punya ratusan ribu lahan tapi ternyata keuntungannya tak dibayarkan untuk para karyawan yang akhirnya ditelantarkan ini.

Dilansir Tempo, permasalahan pembayaran gaji karyawan itu karena manajemen Kertas Nusantara melakukan pemecatan terhadap 900 karyawannya. Pemecatan dilakukan karena perusahaan tengah menghadapi ancaman gulung tikar atau nyaris bangkrut, lagi-lagi karena masalah utang. Kertas Nusantara berutang sebesar sebesar Rp 142 miliar pada PT Multi Alphabet Dinamika dan kesulitan membayarnya. Tapi pemecatan tak berjalan mulus karena masih ada tagihan janji pembayaran gaji kepada para karyawan. Sehingga, para karyawan ini pun mulai menuntut hak mereka.

Lalu November 2009, ratusan karyawan PT Kertas Nusantara akhirnya mengancam mogok kerja karena adanya tunggakan gaji ini. Sejak empat bulan silam gaji dari 900 karyawan perusahaan tak kunjung dibayar plus 200 pegawai lainnya yang bekerja merawat mesin belum digaji.

Dalam dokumen kesepakatan antara buruh dan manajemen, pekerja atau buruh yang dirumahkan akan diberikan upah dengan komponen upah pokok, tunjangan lokasi, uang sewa rumah, dan 50 persen dari uang fasilitas kebutuhan penunjang. Namun, menurut Helmi, para buruh hanya menerima rata-rata 25 persen dari total gaji pokok.

“Rata-rata para buruh hanya mendapatkan Rp 350 ribu per bulan sejak Juli. Sisanya belum ada kejelasan dari perusahaan kapan akan dilunasi,” katanya. Dia mengaku sudah meminta dinas tenaga kerja setempat untuk menangani masalah ini, namun tak kunjung selesai.

Februari 2019, hampir 10 tahun berlalu, namun persoalan tunggakan gaji karyawan Kertas Nusantara ini terus berlarut hingga hari ini. Total karyawan yang telah dirumahkan mencapai 1.400 orang dan perusahaan juga sudah bertahun-tahun tidak beroperasi alias mati suri. “Perusahaan ini sudah tidak beroperasi bertahun-tahun sehingga gagal membayar gaji karyawan,” kata Sab’an.

Nah, ternyata memimpin perusahaan sendiri saja gagal dan bermasalah, problematik. Mau maju dan teriak untuk Indonesia menang? Perusahaanmu ternyata buntung dan bangkrut. Duh, masih percaya sama Pak Prabowo? Yang waras katakan tidak

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *