Prabowo Kembali Bohong Warga Jabar Tidak Makan 2 Hari, Kang Dedi Ungkap Fakta Sebenarnya



88 Kali di Baca

Saat berkunjung ke Palu Sulawesi Tengah pada Selasa lalu, calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di depan pendukungnya mengatakan di Jawa Barat ada wilayah yang masyarakatnya kesulitan memenuhi kehidupan sehari-hari.

Prabowo dalam kesempatan tersebut tidak menyebutkan secara spesifik dan detal daerah dan siapa yang kekurangan pangan tersebut, dan bahkan secara jelas hanya menjelaskan suatu kemungkinan yang belum tentu sesuai fakta.

“Di Jawa Barat ada suatu tempat dimana keluarga-keluarga disitu makannya susah, ada yang mungkin sehari sekali makan, (juga) ada yang mungkin dua hari sekali makan” kata Prabowo

Menanggapi hal tersebut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara tegas menyatakan tak ada krisis pangan di Jawa Barat. Ridwan Kamil justru menyindir balik data yang dikemukakan Prabowo tidak spesifik.

“Saya tidak akan merespons terlalu spesifik. Intinya di Jabar tidak ada krisis pangan yang saya tahu,” ujar Emil, di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (10/1/2019).

Kalau pun ada kondisi demikian, sambung Emil, aparat kewilayahan tak akan berdiam diri.

“Kita ada instrumen, kalau ada orang kelaparan yang namanya ketua RT, RW, kepala desa bisa melaporkan ada cadangan raskin, ada Jabar Quick Response,” ungkapnya.

“Jadi kalau pun iya sebutkan di mana secara spesifik jika ada. Kira-kira itu saja, sepanjang yang saya tahu sampai detik ini tidak ada laporan, karena informasi itu jangan digeneralisir, harus spesifik,” tambahnya.

Emil berharap media tak memperuncing masalah tersebut. Sebab, sensitifitas masyarakat meningkat di tahun politik.

“Mohon wartawan menuliskan jangan provokatif, karena ini hari-hari sensitif. Jadi angle menulisnya jangan demi ada drama, pahami saya sedang menjaga kondusivitas psikologis politik sampai April,” katanya.

Selain Ridwan Kamil, Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokoi) memiliki program yang bagus untuk ketahanan pangan.

“Ada beras 10 kilogram per bulan itu sudah tepat sasaran. Kualitasnya sangat baik karena beras yang dibagikan adalah beras premium,” kata Dedi, Rabu (9/1/2018).

Salah satunya adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dinilainya sudah tepat sasaran dan efektif menanggulangi kebutuhan beras warga tidak mampu.

Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu mengatakan, berdasarkan hasil blusukannya dengan menyambangi beberapa rumah warga miskin di Purwakarta, dia memastikan kualitas beras yang didapatkan warga miskin bagus.

Bahkan, Dedi mengatakan ikut masuk ke dapur rumah warga miskin tersebut untuk memastikan bahwa beras bantuan yang didapat warga miskin dari BPNT bagus dan layak konsumsi.

Salah seorang warga yang didatangi Dedi adalah Sahdi (70). Kepada Dedi, Sahdi mengatakan beras yang dia terima per bulan memiliki kualitas baik.

Warga Sindang Kasih, Purwakarta, itu merasa sangat terbantu atas program pemerintah pusat tersebut.

“Ini bisa dilihat, pegang saja Pak. Alhamdulillah, berasnya bagus dan kami sekeluarga sangat terbantu,” katanya.

Dedi juga meminta Prabowo menunjukan data lengkap. Dedi bahkan berani memastikan tidak ada warga Jawa Barat yang kelaparan akibat kekurangan bahan pangan.

“Tunjukan kepada saya di mana alamatnya. Saya pastikan tidak ada warga Jabar tidak makan karena kekurangan beras,” tandas Dedi.

Dedi mengimbau seluruh pemangku kepentingan di Pilpres maupun Pileg 2019 untuk berbicara berdasarkan data dan fakta. Hal ini penting dalam rangka menjaga kondusivitas sosial dan stabilitas hubungan di tengah masyarakat.