Prabowo Khianati Kepercayaan Ulama, FPI Tegas Tarik Dukungan Dari Prabowo

0
17335

Wartakota – Ketua Umum Front Pembela Islam Ustadz Sobri Lubis mengecam keras keputusan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang memilih calon wakil presidennya bukan dari kalangan ulama seperti yang menjadi rekomendasi ijtima ulama GNPF Ulama.

Sebelumnya menurut hasil ijtima’ ulama Habib Salim Segaf Jufri dan Ustad Abdul Somad menjadi pilihan calon wakil presiden Prabowo Subianto, serta dinamika politik lainnya mendorong munculnya sejumlah nama lain yaitu Ustadz Arifin Ilham dan Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa gym).

Bahkan 3 hari sebelum penentuan cawapres Prabowo, GNPF Ulama telah datang ke rumah Prabowo untuk menagih komitmen Prabowo atas rekomendasi Ijtima Ulama tersebut. Para tokoh GNPF hadir ke rumah prabowo tersebut antara lain Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Muhammad Al Khaththath,  Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak,  Ketua Garda 212 Ansufri Idrus Sambo dan Ketua Umum FPI Sobri Lubis.

Sebagaimana yang diketahui, Prabowo telah mendeklarasikan diri sebagai capres pada Kamis malam (9/8/2018). Sebagai cawapresnya, Prabowo mengumumkan Sandiaga Uno. Pasangan ini didukung oleh Gerindra, PAN, dan PKS. Partai Demokrat secara resmi menyatakan dukungannya, untuk pasangan ini pada hari Jumat pagi (10/8/2018).

Nama Sandiaga Uno ini menjadi bentuk ketidakpedulian Prabowo Subianto untuk mengindahkan hasil rekomendasi Ijtima’ Ulama beberapa waktu lalu. Yakni Ustadz Abdul Somad (UAS) dan mantan Menteri Sosial DR Salim Asegaf Al-Jufri.

Bahkan tersiar kabar tak sedap dari wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebutkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah menerima mahar politik hingga Rp. 500 Miliar sehingga merelakan ketua dewan Syuro PKS Habib Salim tidak menjadi cawapres Prabowo.

Apalagi pada saat bersamaan berkembang isu tak sedap dimana PKS dan PAN menerima uang sogokan sebesar Rp. 500 Miliar dari Sandiaga Uno agar tidak ngotot menuruti rekomendasi ulama pendukung Prabowo tersebut.

Pada suatu video yang beredar, Ustadz Sobri Lubis secara tegas akan menarik dukungan kepada Prabowo Subianto menolak calon wakil presiden rekomendasi ulama.

“Apabila Bapak Prabowo Subianto menolak calon wakil presiden dari kalangan ulama yang direkomendasikan oleh Imam Besar Umat Islam Indonesia Al-Habib Muhammad Rizieq Shihab Di Mekkah, maka kami pun akan menarik dukungan dari saudara dan kami serahkan urusannya kepada Allah SWT,” tegas ustadz Sobri.

Sikap Prabowo Subianto yang tidak ksatria tersebut tentunya menjadi pelajaran penting bagi pendukungnya, karena sangat kental dengan kepentingan kekuasaan sehingga cenderung memanfaatkan pihak-pihak yang selama ini telah memberikan dukungannya.

Prabowo tidak segan mengkhianati kepercayaan dan dukungan tersebut, maka apabila Ybs nantinya menjadi pemimpin, masyarakat akan dikorbankan untuk mencapai kepentingan pribadinya.