Prabowo Salahkan SBY, Soeharto, hingga Soekarno



335 Kali di Baca

Sejumlah pendukung pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin terdengar tertawa kecil saat calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyebut kesalahan ekonomi di Indonesia saat ini terjadi bukan semata karena kesalahan calon presiden petahana Jokowi.

Prabowo menilai kesalahan arah ekonomi yang mengakibatkan terjadinya deindustrialisasi adalah salah semua pihak. Prabowo juga menyebut salah arah ekonomi ini terjadi karena kesalahan presiden-presiden sebelum Jokowi.

Suara tawa terdengar dari arah pendukung Jokowi-Ma’ruf di dalam ballroom Hotel Sultan. Suara tawa tak terlalu kencang hingga tak mendapat teguran dari moderator.

“Saya terus terang saya tidak menyalahkan pak Jokowi. Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan hingga puluhan tahun lalu. Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Benar itu pendapat saya,” kata Prabowo dalam Grand Ballroom Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4).

Tak berapa lama, beberapa petinggi Partai Demokrat pun tampak meninggalkan lokasi debat. Diawali Wakil Ketua Partai Demokrat, Syarifuddin Hasan yang tampak meninggalkan lokasi debat dengan tak menyampaikan perkataan apapun.

Tak lama kemudian, Ketua Divisi Bidang Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean pun tampak meninggalkan lokasi. Saat ditanya apa alasan dirinya meninggalkan debat sebelum selesai, Ferdinand hanya menjawab bahwa dirinya kelelahan.
“Ngantuk, lelah,” katanya.

Saat ditanya apakah dirinya walk out karena pernyataan Prabowo terkait presiden sebelum Jokowi yang merusak debat. Ferdinand mengaku dirinya sakit perut bukan WO dan mungkin yang dimaksud Prabowo adalah Presiden California.
“Presiden California kali,” kata dia.

Tak hanya Ferdinand, Wakil Sekertaris Jendral Partai Demokrat, Rachland Nashidik pun tampak keluar dari arena debat.
Namun Rachland mengaku dirinya hanya keluar sebentar untuk mencari makan. Padahal di dalam hotel dan Ballroom telah disediakan banyak makanan untuk para tamu undangan.

“Enggak. Mau cari makan saja,” kata dia.
Namun dalam akun twitternya, Rachland mempertanyakan mengapan Prabowo menyerang SBY.

“Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?” kata Rachland.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin menilai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, tak mengerti sejarah ekonomi Indonesia saat mengkritik ekonomi Indonesia. Abdul Kardir Karding, Wakil Ketua TKN, mengatakan, pernyataan Prabowo yang menyebut bahwa ekonomi Indonesia sudah salah arah sejak puluhan tahun jadi terasa janggal. Pasalnya, Prabowo sendiri merupakan bagian dari rezim yang berkuasa puluhan tahun lalu.

Prabowo, imbuh Karding, merupakan bagian dari Orde Baru yang membuat ekonomi Indonesia terpuruk hingga menyebabkan ketimpangan dan kemiskinan.

Dia (Prabowo) kan bagian dari Orba. Bagian utama, bagian inti dari Orba salah satunya adalah Pak Prabowo. Jadi kalau dia melihat pemerintah-pemerintah sebelumnya gagal, itu kan berarti dia lah yang menikmati salah satu kemewahan, privilege, KKN di zaman Orba. Dia ikut merusak kalau pakai logika itu,” ujar Karding, Minggu (14/4).

Pernyataan Prabowo yang menyebut bahwa para presiden sebelum Jokowi harus bertanggung jawab atas kondisi ekonomi Indonesia saat ini membuat petinggi Partai Demokrat berang. Mereka memutuskan walk out atau WO dari arena debat pemilihan presiden terakhir.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut menilai wajar dengan sikap yang diambil oleh petinggi Partai Demokrat. Sebab, Prabowo tidak bisa melihat masalah secara objektif. Apalagi, Partai Demokrat merupakan rekan satu koalisi.

“Tidak wajar kalau (Demokrat) tidak memberikan protes. Karena melihat pembangunan pemerintahan dari masa ke masa ini kan mesti objektif, dalam artian kita tidak boleh pukul rata sama semua (presiden),” ujar Karding.

Karding melihat, Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden keenam Indonesia, punya jasa alam membangun Indonesia. Karding melihat, SBY juga turut memberikan perubahan dan perbaikan.

Karding merupakan anggota DPR saat SBY menjabat presiden. Jadi ia bisa melihat kinerja SBY lebih proporsional. “Banyak faktanya kan Pak SBY itu membangun bangsa Indonesia. Bukan merusak pondasinya, bukan seperti yang disampaikan Pak Prabowo,” ujarnya.

Politikus PKB ini meminta agar Prabowo tidak asal bicara dan membangun narasi yang hanya ingin mendapat simpati lewat kontroversi.