Presiden Jokowi Berikan Bantuan kepada Korban Bom Sibolga Sebesar Rp 1,451 Miliar



196 Kali di Baca

Presiden Joko Widodo mengaku kaget sekali ketika meninjau lokasi bom di Sibolga, Sumatera Utara. Ia menyebut, sejak kota itu didirikan 319 tahun yang lalu, Sibolga adalah kota tenteram, aman, selalu damai tidak ada perpecahan, serta tidak ada saling menghujat satu sama yang lain.

Saat di lokasi, Jokowi melihat dan merasakan kondisi rumah-rumah korban yang terdampak ledakan. Untuk itu, kepala negara memaskikan akan memperbaiki rumah yang rusak akibat ledakan bom.

Presiden Jokowi lantas memberikan bantuan kepada korban bom Sibolga, “Untuk siang hari ini, agar dapat memulai pembangunan rumah, saya sedikit memberikan bantuan supaya segera dikerjakan dibantu dengan dandim, kodim, korem setempat, bantuan yang diberikan jumlahnya Rp1,451 miliar,” kata Presiden Jokowi di lokasi posko tanggap darurat ledakan bom kota Sibolga, Minggu (17/3/2019).

Adapun rinciannya dari bantuan yang diberikan pemerintah sebesar Rp1,451 miliar adalah bantuan Rp25 juta untuk rumah yang rusak parah, Rp5 juta bagi rumah yang rusak sedang dan Rp3 juta untuk rumah yang rusak ringan.

Presiden juga mengatakan akan segera memerintahkan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita untuk ikut membantu pembangunan rumah korban.

“Segera rumah yang rusak dikerjakan, yang rusak sedang, yang kaca-kacanya pecah diganti, saya juga perintahkan Menteri Sosial datang ke sini,” tegasnya.

Berdasarkan data dari Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk terdapat 171 KK yang terdiri dari 161 rumah terkena bom.

“Saya catat korban di sini yang berdasarkan KK 171, sedangkan rumahnya 161. InsyaAllah akan dibantu pemerintah pusat, tapi pembangunannya tidak sama rumah yang rusak berat, sedang dan ringan,” kata Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk.

Diberitakan sebelumnya, terduga teroris Abu Hamzah ditangkap pada Selasa (12/3). Sedangkan istrinya, Solimah, meledakkan bom rakitan sekitar pukul 01.20 WIB, Rabu (13/3), setelah upaya Polisi tak membuahkan hasil. Solimah meledakkan diri bersama anaknya berusia sekitar 2 tahun. Keduanya tewas dengan kondisi jasad tak utuh. Ledakan itu menyebabkan lebih dari 100 keluarga rumahnya ikut rusak.