Referendum Papua Hanya Akal-akalan yang Dihembuskan Kelompol Separatis untuk Memecah Belah Bangsa

Referendum Papua Hanya Akal-akalan yang Dihembuskan Kelompol Separatis untuk Memecah Belah Bangsa
34 Views

Kericuhan yang dimanfaat hingga menyuarakan referendum Papua adalah keinginan segelintir orang dalam hal ini kelompok separatis.

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menegaskan bahwa referendum Papua hanya akal-akalan yang dihembuskan kelompol separatis yang ingin memecah belah bangsa.

Menurut dia ada sejumlah indikasi yang mendasari bahwa referendum Papua itu hanya akal-akalan kelompok separatis. Diantaranya, dengan membuat propaganda palsu atau berita hoax yang bertujuan untuk mengadudomba masyarakat di Bumi Cendrawasih itu.

“Orang-orang yang separatis, kita bangsa yang berdaulat, tidak ada iming-iming referendum. Itu hoax,” tegasnya.

Karena itu ia menentang keras seruan dan tuntutan referendum terhadap Papua dan Papua Barat“Referendum itu hanya ada bagi negara-negara yang belum berdaulat,” tegasnya lagi dalam Forum Patriotik untuk Papua dan Papua Barat, di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Menurut dia referendum tidak berlaku untuk negara merdeka seperti Indonesia. Sebab, penentuan nasib Papua sudah dilaksanakan melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 1969.

Saat itu, yang menyelenggarakan adalah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengantarkan Papua resmi menjadi bagian dari NKRI.

“Self determination, penentuan nasib sendiri, hanya bagi negara yang belum merdeka. Bangsa Indonesia sudah merdeka, Papua sudah merdeka bersama Indonesia,” jelasnya.

Karena itu, Hendropriyono mengimbau kepada seluruh anak bangsa khususnya masyarakat Papua agar tidak termakan provokasi isu-isu tidak benar.

“Ada yang main ini, makanya kalau nggak bersatu, kita nggak bisa menyimpulkan permainannya,” katanya.

Ia menilai, dengan mempercayai propaganda dan berita hoax yang disebarkan, sama artinya memberikan ruang bagi kelompok separatis untuk beraksi.

“Ini makanya opini pecah belah. Makanya jangan mau dipecundangi, kalian itu intelek,” ucapnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *