Ribuan Demonstran Tuntut Hukum Syariah Berlaku di Malaysia

223 Views

radarkontra.com| Puluhan ribu warga Malaysia memadati jalan di Kuala Lumpur, hari ini (18/2/2017), untuk mendukung penerapan hukum ketat syariah Islam sehingga membuat kelompok agama kecil khawatir haknya dilanggar.

Perdana Menteri Najib Razak berada di belakang rancangan undang-undang itu, yang berupaya menggabungkan beberapa bagian hukum pidana Islam ke hukum Islam di Malaysia.

Najib, yang saat ini terlibat dalam skandal korupsi, berharap menjunjung mandat keislamannya sebagai upaya memuluskan peluang kemenangannya pada pemilihan umum, yang harus digelar pada Agustus 2018.

Pengamat RUU tersebut mengingatkan bahwa hal itu dapat membuka jalan bagi penerapan sepenuhnya hukum syariah, yang mewajibkan hukuman, seperti, pemotongan anggota tubuh dan rajam serta mengacaukan struktur ragam budaya dan masyarakat lintasagama di Malaysia.

“Yang juga disebut dengan pemberdayaan Pengadilan Syariah itu hanya akan memperburuk perbedaan perlakuan antara umat Islam dan yang bukan umat Islam sebelum undang-undang tersebut,” kata Bebas, salah satu lembaga swadaya masyarakat yang menggelar unjuk rasa lebih menentang RUU tersebut dengan massa lebih kecil.

Tidak ada data resmi yang menyebutkan berapa orang yang hadir pada aksi damai di Kuala Lumpur pada Sabtu itu, namun diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.

Tuan Ibrahim Tuan Man selaku Wakil Ketua kelompok garis keras Partai Islam se-Malaysia (PAS) sebagai salah satu penggerak massa memperkirakan 100 ribu orang yang ikut aksi tersebut.

PAS mengajukan RUU kepada parlemen pada tahun lalu, namun kemudian dicabut untuk menyesuaikan denda dalam aturan itu. Saat ini RUU tersebut akan diperkenalkan lagi dalam sidang parlemen selanjutnya pada bulan Maret 2017.

Ketua tiga partai yang mewakili etnis China dan India di koalisi Barisan Nasional (BN) pemerintahan Najib mengancam akan melepaskan jabatannya di kabinet jika RUU tersebut diloloskan. (KP)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *