Ridwan Kamil Tinggalkan Bandung Berantakan Banjir Bandar Cicaheum Bandung Ternyata Tidak Diprediksi

81 Views

Pemerintah Kota Bandung menetapkan status tanggap darurat bencana pascabanjir yang terjadi di kawasan Cicaheum kemarin.

Penetapan status tanggap darurat itu disampaikan langsung oleh Penjabat wali Kota Bandung, Muhammad Solihin.

“Kami tetapkan tanggap darurat untuk Kota Bandung. Iya kami siapkan tanggap darurat,” ujar Solihin saat meninjau lokasi banjir bandang di Jatihandap, Cicaheum, Rabu (21/3) seperti dikutip dari Antara.

Solihin yang didampingi sejumlah kepala dinas itu menyambangi sejumlah area yang menjadi titik terparah banjir bandang yang terjadi di Jatihandap, Kecamatan Mandalajati dan mengirim lumpur menutupi ruas jalan nasional di Cicaheum.

“Kita sudah berikan bantuan baik dari Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, maupun Dinas Pemadam Kebakaran. Dari masyarakat juga sudah banyak yang masuk,” kata Solihin.

Solihin mengatakan penetapan status tanggap darurat akan berlaku hingga kondisi di dua kecamatan yang terdampak banjir bandang di Cicaheum yakni Kecamatan Mandalajati dan Kecamatan Kiaracondong pulih sepenuhnya.

“Sampai selesai, sampai masyarakat bisa terselesaikan dengan baik walaupun tidak sempurna,” katanya.

Solihin mengatakan banjir bandang di Cicaheum terjadi di luar prediksi. Saat hujan deras melanda kawasan Bandung Raya kemarin, diakui Solihin, pihaknya fokus melakukan penanganan banjir di kawasan Gedebage.

Pernyataan Penjabat wali Kota Bandung, yang menyebutkan pemkot hanya fokus kepada potensi banjir di Gedebage justru menunjukkan bahwa Ridwan Kamil sebagai Walikota Bandung tidak memiliki kemampuan yang baik dalam memetakan permasalahan.

Ridwan Kamil dianggap tidak memiliki penguasaan medan sehingga luput dalam memprediksi banjir bandang ini. Cagub No. 1 ini ditengarai hanya melakukan politik ‘mercusuar’ selama menjabat sebagai Walikota Bandung sehingga permasalahan utama tidak tertangani dengan baik.

Banjir bandang di Cicaheum merupakan bukti nyata bahwa Ridwan Kamil gagal mengelola tata kota. Oleh sebab itu kompetensinya untuk mengelola tanggung jawab wilayah yang lebih besar lagi sebagai Gubernur Jawa Barat menjadi dipertanyakan.

Dahsyatnya banjir bandang Cicaheum membuat sekitar 17 mobil yang tengah terparkir di salah satu garasi tertumpuk. Banjir bandang melanda kawasan Cicaheum, Kota Bandung pada Selasa sore, 21 Maret 2018.

Salah seorang pemilik mobil, Asep Hidayat, mengaku pasrah atas kejadian yang menimpa kendaraan Honda Jazz miliknya. Menurutnya, kejadian itu terjadi secara tiba-tiba.

“Biasanya kalau banjir enggak gede kayak gini, tapi sekarang kayak banjir bandang, gede banget, terus bawa lumpur,” katanya seperti dikutip dari tempo 21 Maret 2018.

Sementara itu salah satu warga kota bandung bernama Putra mempertanyakan sistem pengendalian banjir yang dimiliki Pemkot Bandung. Karena menurut Putra, bila sistem pengendalian banjir yang dimiliki Pemkot Bandung berjalan dengan baik maka seharusnya banjir bandang tidak akan terjadi di kota bandung.

Selain itu Putra juga mempertanyakan kinerja pemkot bandung dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil yang tidak serius untuk membangun sistem pengendalian dan pencegahan banjir di kota bandung.

Padahal seharusnya kota bandung sebagai ibu kota provinsi jawa barat sekaligus sebagai kota metropolitan harusnya sudah memiliki sistem pengendalian dan pencegahan banjir. lanjut putra, Dengan terjadinya banjir bandang ini maka kita semua tahu bahwa tata kota bandung dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil sangat buruk.

Karena tata kota yang dibangun ridwan kamil tersebut tidak memikirkan cara untuk mencegah banjir. Hal ini pun bukti bahwa perawatan drainase di kota bandung pun sangat buruk. “saya sangat kecewa dengan pemkot bandung yang gagal membangun sistem pencegahan banjir sehingga kini warga terkena banjir bandang sperti ini” keluh putra.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *