Sejumlah Negara Sudah jadi Korban,Kemkominfo Berikan Langkah Pencegahan Virus Randsomeware

181 Views

Ransomware WannaCry kembali ramai bahkan menjadi momok menakutkan. Ransomware WannaCry merupakan program jahat yang bisa masuk secara diam-diam ke komputer tanpa diketahui, bahkan mengenkripsi data di dalamnya sehingga komputer terkunci dan tidak bisa dipakai.

Dibanding ransomware lain, WannaCry lebih canggih dan berbahaya. Ransomware ini tak butuh campur tangan pengguna untuk bisa menginfeksi komputer. Yang diperlukan untuk menyebar hanyalah koneksi ke jaringan.

Beberapa media dalam negeri maupun luar negeri akhir-akhir memberitakan tentang fenomena serangan siber di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) M. Salahuddin mengungkapkan potensi penyebaran ransomware WannaCry masih terbuka di Indonesia lantaran kejadian awalnya berlangsung di akhir pekan, saat sebagian kantor sedang libur dan mematikan komputer.

Sementara, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A. Pangerapan menyampaikan serangan siber ini bersifat masif serta menyerang ‘critical resource’ (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber.

“Dengan adanya serangan siber ini, kami minta agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia siber,” kata Semuel dalam keterangannya,

Saat ini, diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara. Oleh karena itu, penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden.

Seperti apa dan bagaimana pencegahannya, mari kita simak.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah merumuskan langkah-langkah pencegahan infeksi ransomware WannaCry.

  1. Cabut sambungan LAN dan matikan Wi-Fi komputer untuk mencegah infeksi.
  2. Update sekuriti Windows dengan memasang patch MS17-010 yang dapat diperoleh di tautan berikut. Pengguna Windows XP disarankan agar mengganti sistem operasi ke versi yang lebih baru karena OS lawas ini sudah tidak mendapat dukungan patch sekuriti dari Microsoft.
  3. Jangan mengaktifkan fungsi macros
  4. Non aktifkan fungsi SMB v1.
  5. Blokir port 139/445 dan 3389.
  6. Perbarui software anti-virus dan anti-ransomware.
  7. Selalu backup file penting di komputer dan simpan di tempat lain, jika memungkinkan di storage yang tidak terhubung ke jaringan atau internet.

 

Apa yang bisa dilakukan apabila terlanjur terinfeksi ransomware WannaCry?

Hingga saat ini belum ada solusi yang cepat dan jitu untuk mengembalikan data yang disandera. Sebaiknya putuskan sambungan ke internet dan jaringan supaya infeksi tak menyebar ke komputer lain.

Namun, kita dapat mengambil beberapa tindakan untuk melindungi diri sendiri. Dikutip dari Tech Viral, opsi pencegahan merupakan metode terbaik untuk mengatasi serangan ransomware.

Banyak korban yang membayar uang tebusan untuk dapat ‘membuka’ komputer mereka lagi. Keputusan mereka ini membuat ransomware menjadi salah satu modus serangan cyber yang paling menguntungkan.

Namun Back up data tidak akan membantu jika kamu tidak melakukannya dengan benar. Karena terkadang serangan ransomware juga bisa mengincar sistem penyimpanan back up.

Untuk itu, kita bisa melakukan back up dua arah yakni offline dan online. Misalnya, kita dapat back ke server lokal. Pastikan mereka offline dan tidak terhubung ke sistem desktop, sehingga mereka tidak rentan terhadap serangan.

Selain itu, kita juga bisa menyimpan ke hard disk ekstrenal. Sementara, untuk penyimpanan online kita bisa mengandalkan layanan cloud storage seperti Google Drive atau OneDrive.

Cara Mengatasi Virus Ransomware

  1. Back Up Data
  2. Back Up Online dan Offline
  3. Jangan Buka Email Sembarangan
  4. Jangan Download Software Sembarangan
  5. Update OS dan Software Terbaru

Kesimpulan

Ransomware memang merupakan virus yang dianggap sangat mengancam dalam satu tahun terakhir. Alasannya, malware ini dapat mematikan dan melumpuhkan perangkat, kemudian akan menampilkan peringatan yang menyebutkan komputer korban tak bisa diakses.

Hacker akan membuat alamat email palsu dan mengirim email yang terlihat seperti perusahaan atau pemerintah, sesuatu yang kamu sukai, atau mengirim sebagai seseorang yang kamu kenal. Dengan begitu kamu akan merasa seolah-olah itu perlu untuk dibuka.

Munculnya serangan virus pemalak ini, makin membuka kerentanan keamanan siber Indonesia. Insiden ini juga membuat keberadaan badan siber nasional dirasa makin penting untuk segera diwujudkan.

Terakhir jangan sampai anda mengeluarkan uang untuk kasus diatas!!!!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *