Selain Hina Lambang PDIP, Guntur Romli Juga Ketahuan Pernah Fitnah Megawati Dan Budi Gunawan



298 Kali di Baca

Politikus Partai Solidaritas Indonesia Guntur Romli menuai badai saat ini. Beberapa cuitannya dimasa lalu di media sosial twitter dibongkar oleh lawan-lawan politiknya sendiri.

Beberapa postingannya yang diduga merupakan fitnah yang sangat tidak bertanggung jawab mulai viral di media sosial, seperti menggambarkan logo PDIP dengan gambar buaya bermoncong putih, mengganti kepanjangan PDIP dengan Partai Daulat Ibunya Puan serta yang paling menyedihkan adalah menuduh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri punya hubungan spesial dengan Kepala BIN Budi Gunawan.

Sebagai politis muda Guntur Romli tentu harus lebih bijaksana dalam setiap cuitan dan aktifitas media sosialnya dalam membangun demokrasi. Namun hal-hal yang diviralkan oleh masyarakat medsos tentang kelakuan Guntur Romli tersebut tentu sangat merusak demokrasi dengan mencoba mencari sensasi untuk menurunkan elektabilitas PDI Perjuangan sebagai salah satu partai terbesar di Indonesia saat ini.

Sebuah foto Budi Gunawan yang viral ketika masih bertugas sebagai ajudan Mega pun muncul. Gambar itu didokumentasikan oleh fotografer Reuters. Diduga, momen tersebut diambil ketika ulang tahun Polri.

Saat itu, Megawati mengenakan seragam Polri berwarna cokelat. Berdiri di atas mobil Jeep dengan rambut yang tertiup angin, dia berkeliling lapangan didampingi oleh Budi Gunawan sebagai ajudan Megawati saat menjabat presiden kelima RI saat itu yang juga berseragam lengkap tepat di belakangnya.

Pandangan Mega lurus ke depan memantau barisan, sementara Budi Gunawan yang kala itu masih berpangkat komisaris besar sibuk melihat sekeliling untuk memastikan keamanan Sang Presiden.

Sekretasi Jenderal PDI Perjuangan pun mengakui bahwa memang Budi Gunawan pernah menjadi ajudan putri proklamator itu semasa dia menjadi RI 1.

“Pak Budi Gunawan kan pernah menjadi ajudan Ibu Mega, ya itu memang sejarah mencatat itu,” tegas Hasto.

Netizen pun beramai-ramai menyesalkan perbuatan Guntur Romli yang tidak bertanggung jawab dan jauh dari nilai-nilai Islam, Gun Romli pun serta merta menghapus postingan yang tidak bertanggung jawab tersebut saat viral di media sosial.

Selain Guntur Romli, postingan Tsamara Amany di tahun 2015 juga mendapat sorotan netizen karena dianggap mendiskreditkan Puan Maharani sebagai Kader PDI Perjuangan.