Soal reuni 212, MUI Minta Umat Melupakan Masa Lalu dan Menatap ke Depan

Soal reuni 212, MUI Minta Umat Melupakan Masa Lalu dan Menatap ke Depan
43 Views

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut reuni akbar 212 yang akan digelar 2 Desember2019  mendatang identik dengan kasus eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Cholil Nafis meminta agar umat tidak larut dengan kasus masa lalu yang sudah diproses hukum.

“Kan udah selesai. Nggak usahlah, ya kan reuni itu kan alumni, alumni biasanya sekolah. Kalau udah nggak sekolah ngapain ada alumni-alumnian segala. Kan udah selesai, Ahok udah dihukum. Kalau cuma temu kangen ya silakan, kalau difinisinya reuni kan nggak masuk. Reuni kan sekolah, kalau demo nanti berapa banyak orang demo nanti,” katanya di kantor Pusat MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019).

Namun, ia mengatakan tidak mempermasalahkan gelaran maulid nabi yang akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta itu. Akan tetapi kata dia jangan mengatasnamakan 212.

“Tapi tidak atas nama 212, karena 212 kasus Ahoklah, Ahok sudah dipenjara sudah selesai,” ujarnya.

Cholil lantas menyarankan, lebih bermanfaat bila reuni tersebut sebagai peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. “Iya maulid lebih bagus, sunahnya jelas. Maulid lebih bagus namanya. Meskipun kami nggak melarang, silakan tapi maulid lebih bagus, lebih berakar pada budaya,” ucapnya.

Sementara, menurut Cholil, 212 berakar pada politik dan hukum. Sehingga dia meminta umat untuk melupakan masa lalu dan menatap ke depan.

“Tapi 212 lebih berakar pada politik dan hukum dan itu udah selesai. Kalau udah selesai terus dibara-barain itu kan rekonsiliasi bangsa Indonesia yang perlu kita perhatikan. Kritis tetap kalau yang menodai laporkan, diproses hukum, tapi kalau saya lebih menatap ke depan, Pilkada sudah selesai, Pemilu udah selesai ini kan udah mulai membangun bangsa dengan pola yang baru. Yang lama jangan dihidupin terus gitu,” jelas dia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *