Stop Kamera dan Publikasi di Bilik Pencoblosan, Pemilu Bersifat Rahasia



825 Kali di Baca

Pesta Demokrasi untuk memilih Presiden dan Legislatif akan digelar pada hari yang sama tanggal 17 April 2019 mendatang. Mendekati momentum penting tersebut, para pemilih selayaknya memahami larangan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tentunya, agar Pemilu 2019 berjalan dengan tertib.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Azis, mengingatkan pemilih untuk tak mendokumentasikan kegiatan mereka saat mencoblos surat suara pemilu.

Selain mencederai hak pemilih, ada aturan yang melarang pemilih untuk mendokumentasikan kegiatan pencoblosan surat suara.

“Enggak boleh (mendokumentasikan pencoblosan surat suara). Dia mencederai haknya sendiri, kan hak pilih itu rahasia,” kata Viryan di KPU, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Viryan menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan dan berbagai larangan yang tercantum dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 tahun 2019 dan Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Dimulai saat menerima lima surat suara dari petugas TPS, pemilih diharuskan terlebih dulu mengecek kondisi surat suara. Hal ini dimaksud untuk mengecek apakah surat suara dalam kondisi baik atau telah tercoblos. Selain pastikan surat suara sudah disahkan dan ditanda tangani oleh ketua KPPS.

Pada saat di bilik suara, pemilih harus mencoblos surat dengan menggunakan paku di atas alas yang telah disediakan di TPS. Dalam bilik ini, terdapat beberapa hal yang tidak boleh dilakukan.

Saat melakukan pencoblosan, pemilih tidak boleh mencoblos surat suara dengan benda-benda lain, seperti pulpen, hingga rokok. Pemilih juga tidak boleh mencoret-coret atau merobek surat suara, hal ini dapat menyebabkan surat suara menjadi tidak sah.