Survei LSI Denny JA: Program Jokowi-Ma’ruf Lebih Populer Daripada Prabowo-Sandi

0
77
Survei LSI Denny JA: Program Jokowi-Ma'ruf Lebih Populer Daripada Prabowo-Sandi
Survei LSI Denny JA: Program Jokowi-Ma'ruf Lebih Populer Daripada Prabowo-Sandi

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA belum lama ini kembali melakukan riset terkait tingkat kepopuleran program kedua pasangan Capres-cawapres yang bakal berlaga diajang Pilpres 2019 mendatang.

Hasil riset tersebut menunjukkan, program Prabowo-Sandi selama dua bulan masa kampanye belum menyentuh 50 persen kepopulerannya.

Setidaknya ada lima program Prabowo-Sandi yang dijadikan bahan survei yakni OK OCE dinasionalkan, gerakan emas minum susu, melarang impor, menaikan gaji PNS, mengangkat guru honorer.

“Belum masif terdengar. Rata-rata di bawah 30 persen yang mengaku pernah mendengar atau mengetahui,” ujar peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar di Graha Rajawali, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).

Dari kelima program yang dinasionalkan tersebut, OK OCE menempati peringkat pertama tingkat kepopulerannya. Namun, berdasarkan survei program itu hanya meraih 25,6 persen.

Sementara program gerakan emas minum susu meraih 23,5 persen, melarang impor sebesar 18,7 persen, menaikan gaji PNS sebesar 13,5 persen, dan mengangkat guru honorer sebesar 10,2 persen.

“Selama dua bulan kampanye, Prabowo-Sandi belum banyak berkesempatan mempopulerkan programnya untuk dikenal hingga ke atas,” ujarnya.

Hal itu berbanding terbalik dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf yang semua programnya menembus persentase 50 persen kepopulerannya.

Program Kartu Indonesia Sehat menduduki peringkat pertama sebesar 90 persen, disusul Kartu Indonesia Pintar 87,6 persen, Beras Sejahtera 69,0 persen, Program Keluarga Harapan 66,1 persen, Pembangunan Infrastruktur 59,4 persen, dan pembagian sertifikat tanah 55,3 persen..

Survei dilakukan sejak 10-19 November yang melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan dengan cara multistage random sampling, wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner, dan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here