Tahun 1997 Mengalami Stagnan, Tol Bocimi Selesai Tahun 2017



11 Kali di Baca

Pemerintahan Presiden Joko Widodo tetap fokus dalam pembangunan infrastruktur. Komitmen Presiden dalam infrastruktur memang terbilang cepat dalam mewujudkan Indonesia maju.

Beberapa wilayah pun mulai menunjukkan perubahan infrastruktur yang modern dan sudah dinikmati masyarakat Indonesia.

Dan kali ini, Presiden Jokowi terus memantau perkembangan pembangunan proyek jalan tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) Seksi I, Ciawi-Cigombong sepanjang 15 kilometer yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.

Dikatakan Presiden, dari total 54 kilometer ruas jalan tol Bocimi, pengerjaan Seksi I sepanjang 15 kilometer itu mulai terlihat perkembangannya dan proses pengerjaannya berlangsung baik.

“Tidak ada masalah, sudah beres semua. Pengerjaan konstruksi juga jalan terus. Tidak ada masalah. Kita mau masuk kepada seksi berikutnya II, III, dan IV,” kata Presiden saat meninjau lokasi, Rabu (21/6). Presiden menyebutkan bahwa target penyelesaian seksi I tidak molor, dan tetap pada 2017.

Sekedar informasi, pekerjaan ini memang sempat terkendala. Sejak 1997 pengerjaan ini mengalami staknan dan salah satu persoalannya memang soal pembebasan lahan. Namun, pembebasan lahan untuk Pembangunan Tol Bocimi Seksi I hampir selesai.

Tak butuh waktu lama, pada Februari 2015, groundbreaking dilakukan untuk konstruksi seksi I jalan tol Bocimi dengan rute Ciawi-Cigombong. Groundbreaking kali ini menjadi groundbreaking terakhir karena sejak saat itu, pekerjaan fisik jalan tol mulai benar-benar menunjukkan wujudnya.

Kemudian pada Juni 2016, Jokowi menyambangi proyek jalan tol ini dan memerintahkan pembangunan jalan tol ini segera dikebut. Saat ini proses pembebeasan lahan sudah hampir 100% dan progres konstruksi sudah mendekati 50%.

“Tapi, ini sudah jalan. Kita ngecek ke lapangan tidak ada masalah. Selalu kalau di lapangan yang saya tanyakan kepada manajer di lapangan, masalahnya apa? Tidak ada masalah berarti sudah sesuai dengan rencana yang ada,” ungkap Presiden.

Oleh karena itu, proyek tol BOCIMi tahap I terus dikebut dalam pengerjaannya, kemudian lanjut ke tahap II yang akan mulai dikerjakan pada 2018 mendatang. Mengingat, pertumbuhan dan meningkatnya volume kendaraan di kawasan itu.

“Ini sangat diperlukan karena kemacetan Bogor, Ciawi, Sukabumi memang parah sekali. Saya pernah mengalami,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Seperti diketahui, pembangunan Tol Bocimi menelan dana kurang lebih Rp 7,8 triliun mempunyai panjang mencapai 54 km, antara lain Seksi I, Ciawi-Cigombong (15 km), Seksi II Cigombong-Cibadak (12 km), Seksi III Cibadak-Sukabumi Barat (14 km), dan Seksi IV Sukabumi Barat-Sukabumi Timur (13 km).