Tak Membebani APBN, Indonesia Gencar Menjaring Investor

287 Views

Pemerintah hingga kini terus melakukan upaya-upaya dalam memajukan pembangunan nasional. Pembangunan ini pun tak lepas dari modal besar yang harus dikeluarkan oleh negara.

Pembangunan infrastruktur membutuhkan dana yang besar, namun pengembalian investasinya tidak bisa dirasakan dalam jangka pendek.

Infrastruktur dibangun oleh pemerintah tidak hanya untuk meningkatkan laju ekonomi ke depan. Akan tetapi sebagai cara pemerintah mengurangi kesenjangan ekonomi di negara ini yang juga menjadi agenda Jokowi.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan pemerintah memang tengah gencar membangun infrastruktur dan butuh pendanaan yang besar, salah satu pembiayaannya lewat utang.

Meski menambah utang, pemerintah juga mencari skema pembiayaan infrastruktur yang tak membebani APBN, yaitu dengan menjaring investor.

“Ini semua akan sangat ditentukan seberapa mampu kita membuat skema-skema pembiayaan infrastruktur itu tidak terlalu bergantung kepada APBN, tapi ya dari investor,” ungkap Darmin di Jakarta, Senin (26/6/17).

Total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp3.672,43 triliun per akhir Mei 2017. Utang itu naik sekitar Rp5 triliun dari posisi April 2017 sekitar Rp3.667,41 triliun.

Mengutip data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, seperti ditulis Selasa (27/6/17), total utang pemerintah dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) naik menjadi US$ 275,69 miliar per 31 Mei 2017.

Adapun utang itu diantaranya, penerbitan surat utang mencapai Rp2.943,72 triliun hingga Mei 2017. Surat utang itu untuk domestik mencapai Rp2.163,54 triliun dan eksternal sekitar Rp780,17 triliun.

Sedangkan utang dalam bentuk pinjaman mencapai Rp728,70 triliun. Pinjaman itu terbesar dari eksternal atau pinjaman luar negeri mencapai Rp723,53 triliun per 31 Mei 2017.

Jumlah tersebut turun dari posisi per April 2017 yang mencapai Rp 729,62 triliun. Sedangkan posisi pinjaman dari dalam negeri mencapai Rp5,16 triliun per 31 Mei 2017.

Sementara total pembayaran cicilan utang pemerintah pada Januari-Mei 2017 adalah Rp 264,754 triliun, atau 51,46% dari pagu, atau yang dialokasikan pada APBN.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *