Tak Terbendung Paslon Ganjar-Yasin Masih Teratas Dalam Hasil Survei



80 Kali di Baca

Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi yang menggelar Pemilihan Gubernur (Pilgub) pada tahun 2018 ini, diikuti hanya dua pasang calon yakni Ganjar Pranowo dan Taj Yasin yang diusung oleh koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Golkar.

Sementara lawannya adalah Sudirman Said dan Ida Fauziah, mendapat dukungan dari koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Survei litbang Kompas pada akhir Februari-Awal Maret perbedaan popularitas dan keterpilihan (elektabilitas) kedua pasang calon tersebut masih sangat mencolok.

Calon nomor urut 1 di Pilgub Jateng, Ganjar Pranowo-Taj Yasin unggul jauh dibandingkan pesaingnya, Sudirman Said-Ida Fauziah di survei terbaru tersebut. Ganjar juga menjadi calon terpopuler.

Hasil itu terungkap dalam Survei Litbang Kompas yang dirilis Selasa (13/3/2018). Elektabilitas Ganjar-Yasin 79%, Sudirman Ida 11,8% sementara itu ada 9,2% yang belum menentukan pilihan.

Survei ini diselenggarakan pada 19 Februari-4 Maret 2018 dengan melibatkan 800 responden. Responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan proporsional bertingkat dan diwawancara secara tatap muka. Margin or error survei sebesar 3,46% pada tingkat kepercayaan 95%.

Berikut hasil survei popularitas calon:
Ganjar Pranowo: 78,4%
Taj Yasin: 16,3%
Sudirman Said: 26%
Ida Fauziah: 12,4%

Berikut hasil survei top of mind (pasangan calon yang disebut pertama kali oleh responden ketika ditanya siapa calon yang diketahui):
Ganjar Pranowo-Taj Yasin: 66,1%
Sudirman Said-Ida Fauziah: 6%
Tidak tahu/tidak ada/tidak jawab: 27,9%

Berikut hasil survei tingkat resistensi (pasangan calon yang tidak akan dipilih responden):
Ganjar Pranowo-Taj Yasin: 7,1%
Sudirman Said-Ida Fauziah: 42,1%
Tidak tahu/tidak ada/tidak jawab: 50,8%

Ketika simulasi pencoblosan dilakukan dalam suatu survei penjajakan, Ganjar-Yasin mendapat 79 persen suara, sedangkan Sudirman-Ida meraih 11,8 persen suara. Adapun 9,2 persen suara belum menentukan pilihan. Pada kesempatan lain, saat survei dilakukan melalui wawancara, didapat hasil 50,8 persen suara untuk Ganjar-Yasin dan 7,4 persen suara bagi Sudirman-Ida, sedangkan mereka yang belum menentukan pilihan sebanyak 41,8 persen.

Lebih dalam lagi, responden yang belum menentukan pilihan pada pertanyaan terbuka kemudian dilakukan survei simulasi, didapat hasil bahwa yang memilih Ganjar-Yasin sebanyak 69,6 persen dan yang memilih Sudirman-Ida 11,6 persen.

Hingga sekitar empat minggu setelah penetapan calon oleh KPU, sepertinya popularitas jadi hal menonjol yang membuat si calon tersebut banyak dipillih. Hal itu terbukti pada Ganjar yang menempati peringkat paling tinggi sebagai sosok yang dikenal.

Responden memberikan 78,4 persen suara kepada ganjar dan 26 persen suara kepada sudirman melalui simulasi gambar. Begitu pula dengan Yasin, ia memperoleh 16,3 persen suara yang mengenalnya, sedangkan Ida meraih 12,4 persen suara.

Dari survei tersebut bisa dilihat betapa kuatnya hubungan antara popularitas pasangan dengan pilihan masyarakat.

Sebanyak 83,4 persen responden yang menuturkan bahwa Ganjar-Yasin ada dalam ingatan pertamanya (top of mind) berencana memilih pasangan itu.

Sementara 62,5 persen responden yang mengatakan Sudirman-Ida dalam ingatan mereka juga berencana memilih pasangan tersebut