Target Penerimaan Pajak Bisa Tercapai Lewat Amnesti Pajak

50 Views

 

Amnesti pajak di Kota Bekasi
Amnesti pajak di Kota Bekasi

radarkontra.com | Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat III akan memanfaatkan pemberlakuan program Amnesti Pajak, sebagai upaya pemenuhan target perolehan pajak tahun 2016 sebesar Rp 16,454 triliun.

”Tidak tertutup kemungkinan, program amnesti pajak ini mendatangkan wajib pajak baru karena selama ini tidak pernah melaporkan penghasilan atau hartanya sama sekali,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Penyuluhan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jabar III Mahdaniar. Mahdaniar menyampaikan hal tersebut di sela sosialisasi Amnesti Pajak di hadapan 800 undangan yang hadir di Hotel Harris Kota Bekasi, Rabu (24/8/2016).

Dari perkiraan 10 juta warga yang tinggal di wilayah tugas Kanwil DJP Jabar III, yakni Kota Bekasi, Depok, serta Kota dan Kabupaten Bogor, sebanyak 2,3 juta di antaranya terdaftar sebagai wajib pajak. Sepanjang 2016 ini baru 585 ribu wajib pajak dari total tersebut yang sudah melaporkan pajak tahunannya.

Kemudian dari jumlah tersebut, baru 60.000 wajib pajak yang membayarkan pajaknya karena mayoritas sisanya merupakan wajib pajak berupa karyawan yang pajaknya sudah dibayarkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Namun demikian, Mahdaniar menilai potensi penambahan jumlah wajib pajak di wilayah tugas Kanwil DJP Jabar III masih cukup tinggi. Terlebih posisi wilayah tugasnya yang merupakan daerah tetangga ibukota DKI Jakarta.

”Wajib pajak baru bisa terdaftar saat warga memanfaatkan program amnesti pajak ini. Dengan tambahan wajib pajak, mudah-mudahan saja target realisasi rutin pajak sebesar Rp 16,454 triliun bisa tercapai,” katanya.

Sejak dicanangkannya kebijakan amnesti pajak per 1 Juli 2016, wajib pajak yang sudah memanfaatkan program tersebut di Kanwil DJP Jabar III baru sebanyak 298 surat pelaporan harta dengan total nilai tebusan berkisar Rp 1 triliun. Sebanyak 111 sph yang sudah masuk berasal dari wajib pajak di Kota Bekasi.  ”Warga Bekasi diimbau untuk memanfaatkan kesempatan pengampunan hutang pajak melalui program Amnesti Pajak,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bekasi Barat Primbang mengatakan, masih minimnya realisasi wajib pajak yang berpartisipasi, diperkirakan karena mereka masih mengkalkulasi keuntungan dari program ini. Selain itu, masih banyak pula dokumen yang harus dipenuhi dalam proses penyiapan pelaporan.

”Kami berharap wajib pajak dapat memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin, dengan mengungkap harta yang dimiliki sejujur-jujurnya agar tak mendatangkan konsekuensi berupa penjatuhan sanksi berupa denda sebesar 200 persen,” kata Primbang. (KP)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *