Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Suku Bunga KUR Diturunkan Jadi 7 Persen

73 Views

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, Pemerintah mengubah ketentuan penyaluran kredit usaha rakyat ( KUR) yang efektif per 1 Januari 2018. Salah satunya adalah suku bunga menjadi 7 persen per tahun dari sebelumnya 9 persen per tahun.

Ketentuan tersebut kata Iskandar, tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

“Permenko ini merupakan pengganti peraturan sebelumnya yang berlaku secara efektif mulai 1 Januari 2018,” kata Iskandar dalam keterangan resminya, Senin (29/1/18).

Selain persentase suku bunga, hal lain yang berubah dalam ketentuan penyaluran KUR di antaranya adalah pengaturan minimum porsi penyaluran KUR ke sektor produksi, penerapan mekanisme yarnen (pembayaran kredit setelah panen) dan grace period, serta KUR untuk masyarakat daerah perbatasan.

Terkait dengan KUR sektor produksi, pada tahun ini target penyaluran untuk sektor tersebut menjadi minimum sebesar 50 persen dari target total penyaluran sebesar Rp120 triliun.

“Target tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung kebijakan ketahanan pangan dan hilirisasi industri pada sektor UMKM,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2017, penyaluran KUR mencapai Rp96,7 triliun, meningkat sebesar 2,4 persen dari tahun 2016 Rp94,4 triliun.

Melalui KUR ini, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan akses pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kepada lembaga keuangan dengan pola penjaminan. Upaya ini dilakukan guna mendukung hilirisasi industri pada sektor UMKM yang diharapkan mampu meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *