Tudingan Rezim Jokowi Anti Islam Terbantahkan dengan Lancarnya Reuni 212

0
65
Tudingan Rezim Jokowi Anti Islam Terbantahkan dengan Lancarnya Reuni 212
Tudingan Rezim Jokowi Anti Islam Terbantahkan dengan Lancarnya Reuni 212

acara Reuni Akbar 212 yang di gelar pada Minggu 2 Desember 2018 kemarin berjalan lancar dan damai, hal ini menunjukkan pemerintahan Presiden Joko Widodo pro terhadap Islam.

Kelancaran itu juga tidak lepas dari bantuan pemerintah dalam hal ini aparat keamanan. Dimana ada ribuan aparat keamanan yang mengatur lalu lintas, petugas kebersihan, bahkan jadwal kereta api di Gambir pun dialihkan ke stasiun lain demi kenyamanan peserta reuni.

Peneliti dan Kajian Intelijen Universitas Indonesia Ridlwan Habib menilai, pemerintah memfasilitasi aspirasi rakyat dengan dibantu aparat keamanan untuk kelancaran jalannya acara.

Terkait kuatnya tudingan rezim Jokowi anti Islam dan membatasi kegiatan Islam, menurut di tudingan tersebut secara langsung terbantahkan.

“Kelancaran acara reuni ini membuktikan rezim Jokowi pro Islam. Acara sebesar itu sangat lancar karena petugas juga sangat membantu,” ungkap Ridlwan di Jakarta, Minggu (212/2018).

Ridlwan menambahkan, bahwa pemerintahan Jokowi terbukti membiarkan kegiatan itu berlangsung lancar, meskipun Presiden Jokowi tidak hadir dan lebih memilih meresmikan instalasi PLN bagi 200 ribu warga Bantarjati, Bogor, Jawa Barat.

“Saya kira skala prioritas Pak Jokowi jelas untuk masyarakat umum. Wajar saja tidak datang. Tapi acaranya lancar. Jadi rezim ini sangat pro Islam, ” katanya.

Sekedar informasi, Reuni Akbar 212 yang dilaksanakan di lapangan Monas, Jakarta sejak pukul 03.00 sampai 11.30 WIB diberitakan tidak ada insiden kekerasan. Peserta reuni juga nyaman ketika datang ke Monas hingga pulang ke rumah masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here