Upaya Sang Provokator Ferdinand Hutahaean Jatuhkan Jokowi pada Pilpres 2019



24 Kali di Baca

Wartakota – Tulisan opini provokatif Ferdinand Hutahaean yang kerap menyudutkan pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan tuduhan tak mendasar dan terkait erat dengan pihak oposisi. Hal ini terlihat dari rekam jejaknya, di mana pada tahun 2014 dia berpura-pura gabung menjadi relawan Jokowi, namun pada 2015 dirinya berbalik badan gabung KMP yang mendukung Prabowo Subianto. Dan saat ini dia menjadi Jubir Partai Demokrat.

Diketahui juga bahwa Ferdinand Hutahaean merupakan pemilik dari akun twitter @RevolusiNKRI itu. Akun tersebut diketahui isinya merupakan ujaran kebencian personal terhadap Presiden Jokowi.

Berbicara hasil survei terkait elektabilitas Jokowi yang terus diperingkat pertama sebagai calon presiden terkuat 2019 nampaknya membuat banyak pihak sesak nafas dan gelap mata.

Maka tak heran diantaranya banyak yang ingin melakukan manuver-manuver liar sekedar untuk menggiring opini di masyarakat bahwa apa yang dilakukan lembaga survei terkait capres 2019 yang meyebutkan Jokowi masih dipercaya oleh rakyat dinilai Ferdinand merupakan proyek survei untuk menghantar Jokowi sebagai Presiden 2 Periode.

Perlu diketahui bahwa validitas dan reliabilitas penelitian ditentukan oleh metode penelitian serta menginterpretasikan dan menganalisisnya secara sistematis. Hal tersebut selalu dicantumkan oleh para lembaga riset sehingga hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.

Hasil yang dominan dari semua lembaga survei tersebut yang mengungkapkan bahwa sang petahana masih dipercaya memimpin negeri ini merupakan hasil dari pencapaian kerja yang kini dirasakan oleh masyarakat. Tentunya kinerja yang baik akan memberikan citra positif terhadap Presiden Jokowi.

Namun masyarakat bebas menentukan pilihannya tanpa diintervesi oleh siapapun dalam meyakini capres yang akan dipilih nantinya. Sementara hasil survei adalah sebuah cara yang boleh dikatakan sedikit mewakili tanggapan dan kepercayaan masyarakat pemilih.

Sebelumnya hasil survei Indo Barometer memaparkan bahwa Presiden Jokowi kembali dinanti untuk menjadi presiden pada periode 2019-2024. Dalam survei tersebut, sebanyak 61,8 persen responden menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden.

“Mayoritas publik, 61,8 persen, menginginkan Joko Widodo kembali menjadi Presiden untuk periode 2019-2024,” ucap Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam paparannya di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Minggu (3/12/17).

Sementara hasil survei yang dirilis PolMark Indonesia menyebutkan, sebanyak 44,3 persen responden menginginkan Jokowi kembali menjadi presiden dalam Pemilu 2019

Dalam survei yang dilakukan terhadap 2250 responden di 32 provinsi tersebut, sebanyak 32 persen menjawab tidak.

Penjelasan Ferdinand terlihat berandai-andai yang sarat kebencian akan pemerintahan sekarang cukup jelas dengan fitnahannya yang mencoba memancing emosi masyarakat.

Argumen -argumen Ferdinand hanya ingin memanaskan suhu politik di tanah air dan ingin menjatuhkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintahan Jokowi. Fakta dan bukti tidak ada dan tidak jelas hanyalah opini negatif yang subyektif yang coba dikembangkan Ferdinand.

Dengan demikian kita dapat secara mudah melihat sebenarnya Ferdinand Hutahaean memiliki kepentingan politik untuk menjatuhkan Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 karena Presiden Jokowi adalah pesaing kuat dalam Pilpres 2019.