Usut Tuntas Keurusuhan Papua dan Lawan Manuver Asing yang Menggerogoti Kedamaian Papua

Usut Tuntas Keurusuhan Papua dan Lawan Manuver Asing yang Menggerogoti Kedamaian Papua
714 Views

Sejak dahulu kelompok politik Papua seperti United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama-sama aktif menyuarakan tuntutan agar pemerintah Indonesia mengakui kedaulatan bangsa Papua Barat. Berbagai manuver di luarnegeri terus dilakukan dengan cara yang tidak gentlemen. Rakyat Papua dimanipulasi dengan sedemikian rupa dengan berbagai tipu daya sementara oknum oknum tersebut berjuang diluar negeri menikmati hidup dengan bersenang senang.

Pihak Asing tentunya tidak bekerja sendiri dalam memuluskan agendanya membuat Papua rusuh untuk menguasai Papua demi kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial politik.

Bahkan isu papua selalu dijadikan komoditas politik elit politik nasional dalam melakukan bargaining demi kepentingan kekuasaan dan jabatan.

Mereka pihak asing dan kompradornya berkonspirasi dengan pihak pihak jaringan didalam negeri melalui berbagai isu propaganda yang ujungnya mendorong Papua merdeka.

Setiap HUT kemerdekaan RI mereka juga terus memprovokasi masyarakat Papua agar mendukung propaganda mereka untuk membentuk opini di dunia internasional bahwa seolah-olah seluruh masyarakat Papua tidak mengakui entitasnya dalam NKRI, sehingga dijadikan “pintu masuk” oleh salah satunya seperti Benny Wenda bersama ULMWP melalui gerakan pragmatis mereka khususnya di wilayah Pasifik Selatan, untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua.

Beruntung upaya diplomasi Indonesia dan penciptaan suasana kondusif oleh segenap komponen bangsa di Papua, maka negara-negara Pasifik Selatan tidak terlalu merespons ide Benny Wenda dan kelompoknya.

Oleh karena itu Pemerintah wajib mengungkap dan usut pihak asing yang terus gerogoti kedamaian Papua dengan memprovokasi isu separatis di Papua. Tinda tegas pihak pihak yang ikut bermain di tanah Papua.

Pemerintah Indonesia tidak boleh lengah dan lemah menghadapinya. Pemerintah harus mengungkap dan mengusut pihak pihak yang terlibat.

Memang harus diakui bahwa kerawanan terkait gangguan kelompok separatis di Papua masih sangat mengkhawatirkan dan masuk dalam level serius menurut teori Robert Ring, ditandai masih banyaknya aksi aksi kekerasan oleh kelompok kriminal Bersenjata. Hal ini seperti terdapatnya korban tewas dari benerapa personel aparat kemanan yang bertugas di Papua oleh aksi aksi kelompok separatis.

Bukan hanya itu saja, bahkan keterlibatan pihak asing juga disinyalir berasal dari kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam kerusuhan di Papua beberapa pekan lalu seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.

Polri bahkan mengklaim bahwa sejak dua tahun ke belakang, kelompok teroris Jamaah Ansarut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS memang sudah beroperasi di Papua.

Menurut Polri JAD telah aktif di beberapa wilayah di Papua seperti Jayapura, Wamena, Fakfak, Manokwari, dan Merauke. Polri mengklaim, bahwa tahun lalu, Densus 88 sudah menggagalkan rencana JAD untuk melakukan pengeboman di Polres Manokwari.

Untuk itu Polri akan terus mendalami tentang keterlibatan kelompok ini dalam kerusuhan di Papua.

Kita semua berharap semoga Pemerintah Indonesia tetap tegas dan tidak lelah dalam menjaga Papua dari berbagai ancaman propaganda asing. Apalagi menurut berbagai kalangan ada tiga isu krusial yang dapat “menggoncangkan” pemerintahan Jokowi ke depan yaitu perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur, isu Papua merdeka dan kondisi perekonomian nasional yang dipengaruhi resesi global serta pertarungan ekonomi berbagai negara digjaya yang dapat berimbas sewaktu waktu.

Untuk itu diperlukan peran semua komponem dalam menjaga kedaulatan NKRI dan melawan berbagai propaganda asing salah satunya dengan melawan hoax.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *