Wacana Obor Rakyat Terbit Kembali, Ganjar Pranowo Serukan Anggota PDIP Waspada

Wacana Obor Rakyat Terbit Kembali, Ganjar Pranowo Serukan Anggota PDIP Waspada

71 Kali di Baca

Tabloid Obor Rakyat ternyata masih dianggap sebagai amunisi penting bagi tim paslon no urut 02 Prabowo Subianto Dan Sandiaga Uno dalam melancarkan serangan kampanye negatif namun dikhawatirkan lebih banyak kampanye hitam/hoax dan ujaran kebencian kepada capres Jokowi.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto merespons rencana Tabloid Obor Rakyat bakal terbit lagi pada bulan depan atau beberapa pekan sebelum hari pencoblosan Pilpres 2019.

Hasto menyatakan pihaknya akan kembali menyeret Obor Rakyat ke ranah hukum apabila lagi-lagi mengabarkan berita fitnah bagi Jokowi dan juga Ma’ruf Amin.

“Kalau nanti terbitannya fitnah, biarkan hukum yang bicara,” kata Hasto di kawasan JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1).

Diketahui, kehadiran tabloid Obor Rakyat pada Pilpres 2014 dipersoalkan banyak pihak karena dianggap telah menyebar berita bohong.

Saat itu Setiyardi Budiono selaku Pemimpin Redaksi Setiyardi dan Darmawan Sepriyosa yang merupakan Redaktur Pelaksana dipolisikan karena diduga menebar fitnah terhadap Jokowi.

Melihat hal itu, Hasto menyatakan seharusnya Pemred Obor Rakyat dapat belajar dan sudah jera karena menerima hukuman penjara akibat menerbitkan berita hoaks.

“Seharusnya proses pengadilan sebelumnya kemudian dihukum, ini menghasilkan efek jera,” kata dia.

Lebih lanjut, Hasto merasa yakin bahwa banyaknya kabar hoaks yang diarahkan kepada Jokowi tak memiliki dampak bagi kepercayaan rakyat.

Ia menyatakan simpati masyarakat bakal meningkat ketika Jokowi diterpa berbagai kabar bohong di Pilpres kali ini.

“Ini yang harusnya diingatkan karena fitnah yang dilakukan pada Jokowi terbukti tidak diterima rakyat. Semakin banyak fitnah dilakukan, saya yakin rakyat tidak terpengaruh,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, politisi PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengungkapkan akan menggerakan para kader banteng sebagai mata dan telinga partai guna memantau rencana penerbitan kembali Tabloid Obor Rakyat.

Gubernur Jawa Tengah itu mengungkapkan kader-kader partai akan menyatukan barisan untuk mengawasi serangan hoaks.

“Kader dikumpulkan agar mereka menjadi mata partai, telinga partai, dalam tingkat gerakan akan menjadi otot partai,” ucapnya.

Meski demikian Ganjar tak terlalu menyoal terkait rencana penerbitan kembali Tabloid Obor Rakyat. Hanya saja, patut diwaspadai mengingat penerbitan kembali tabloid tersebut mendekati masa Pilpres 2019.

“Maka mulai hari ini mereka akan melihat mata, telinga, dan otot partai itu akan mulai bergerak. Sehingga kalau tidak melanggar boleh saja, tapi kalau melanggar kita akan ambil tindakan,” imbuhnya.

Terpisah, Juru Bicara TKN, Irma Suryani Chaniago mengimbau bagi masyarakat maupun pendukung Jokowi-Ma’ruf untuk mewaspadai kehadiran Tabloid Obor Rakyat.

Ia mewanti-wanti agar para pendukung Jokowi-Ma’ruf untuk melaporkan tabloid tersebut bila kembali memproduksi berita hoaks.

“Semua pihak harus mengawal dan melaporkan jika yang bersangkuta kembali beraktivitas hoaks,” jata Irma seperti dikutip dari CNNIndonesia Kamis (10/1).