Warga Papua Jatuh Korban, Benny Wenda Pelanggar HAM yang Teriak HAM

65 Views

Jumlah korban meninggal dunia akibat kerusuhan di Wamena, Papua, bertambah menjadi 30 orang. Salah satu korban dari kerusuhan tersebut adalah dokter bernama Soeko Marsetiyo (53), yang sehari-hari bertugas di Kabupaten Tolikara.

Dokter Soeko yang menjadi korban demo anarkis di Wamena, Papua, Senin (23/9) mengalami luka-luka cukup serius akibat benda tajam, namun nyawanya tidak tertolong hingga akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di RSUD Wamena.

Sekretaris Dinas Kesehatan Papua dr.Silvanus Sumule mengakui dr. Soeko yang selama 15 tahun bertugas di pedalaman Kabupaten Tolikara ditemukan Senin (23/9) sesaat setelah demo terjadi.

Jenazah dr. Soeko dijadwalkan Kamis (26/9) dievakuasi ke Jayapura dan akan langsung dibawa ke RS Bhayangkara.

Belum dipastikan kapan jenazah dievakuasi ke kampung halamannya karena masih akan menghubungi keluarganya, jelas dr. Sumule.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal secara terpisah mengakui, demo anarkis di Wamena yang terjadi Senin (23/9) menyebabkan ratusan bangunan rusak dan dibakar, baik milik pemerintah maupun swasta dan warga sipil.

Sebagian besar korban yang meninggal tidak sempat menyelamatkan diri saat rumah atau ruko mereka dibakar pendemo. Selain korban meninggal dunia, puluhan orang mengalami luka-luka. Para korban yang mengalami luka-luka dievakuasi ke Jayapura untuk mendapat perawatan, tambah Kombes Kamal.

Sebelumnya Menko Polhukam Wiranto, pada 24 September, mengindikasikan apa yang terjadi di Wamena, menyangkut sidang Majelis Umum PBB yang dibuka awal pekan ini.

Dugaan bahwa kerusuhan yang terjadi di papua sengaja di rancang oleh kelompok separatis Benny Wenda untuk memancing aparat bertindak melanggar HAM agar bisa menjadi produk jualan mereka pada sidang umum PBB tersebut.

Padahal faktanya merekalah yang menjadi pelaku pelanggar HAM sesungguhnya. Hal tersebut terbukti dengan apa yang dialami Dokter Soeko, Beliaulah ini pejuang HAM Papua sebenarnya dan dibantai dalam kerusuhan wamena baru lalu.

Begitu miris ketika kelompok separatis menuding aparat keamanan melakukan pelanggaran HAM, ternyata mereka sendiri adalah pelanggar HAM Sebenernya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *