Waspada! Menjelang Lebaran Kejahatan Di Jakarta Meningkat

320 Views

Tahun ini warga DKI Jakarta dan sekitarnya harus waspada. Pasalnya, angka kejahatan di bulan Ramadhan dan menjelang lebaran terus mengalami peningkatan. Dapat dikatakan, para pelaku cukup berani dan terbilang sadis sehingga tak segan-segan membunuh korbannya dalam keadaan terpaksa.

Dari gejala peningkatannya, kejahatan dengan menggunakan senjata api kerap terjadi karena pelaku memanfaatkan momen Ramadhan ini untuk melakukan aksinya. Nah, dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di bulan Ramadan ini pula dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melakukan kejahatan.

Sebut saja, berita yang masih hangat pada 12 Juni 2017 kemarin, dimana mahasiswi Universitas Trisakti, Italia Chandra Kirana Putri (23), tewas ditembak perampok yang mencuri motor di rumahnya.

Sebelumnya itu, perampokan dan penembakan yang dialami Davidson Tantono di Daan Mogot Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (9/6) merupakan perampokan sadis oleh para pelakunya dan menggasak kabur tas milik korban yang berjumlah Rp300 juta.

Selain dua kasus diatas, dari hasil operasi Cipta Kondisi yang digelar selama Ramadan, jumlah kejahatan yang lebih mendominasi adalah kejahatan jalanan yang meningkat 2 persen. Adapun kejahatan yang dominan di antaranya  adalah kekerasan jalanan.

Adapun tawuran antar dua kelompok pemuda kerap terjadi di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dua kali tawuran terjadi pada Senin (24/4). Yakni pada sore hari dan tengah malam hingga sampai dini hari. Persoalan ini harus menjadi perhatian seluruh elemen, bukan hanya dari pihak kepolisian saja.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengakui kejahatan di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya mengalami peningkatan selama Ramadan.

Sementara lokasi yang rawan terjadinya gangguan kamtibmas yakni di tempat-tempat keramaian seperti di terminal. Selama operasi Cipta Kondisi, Polda Metro Jaya dan jajaran Polres telah menangkap 2.016 pelaku kejahatan.

Dapat dikatakan, dari jumlah tersebut, rata-rata pelakuknya adalah anak-anak muda (ABG). “(Pelakunya) anak-anak, rata-rata. Ada juga pelajar SMP dan SMA. Namun demikian kami tetap akan melakukan pembinaan persuasif kemudian apabila tidak bisa (dibina), kita lakukan penegakan hukum,” katanya, Rabu (21/6).

Meski demikian, Polri tetap melakukan operasi terus-menerus hingga menjelang lebaran. “Kita akan lakukan agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan aman, tenang, dan lancar,” katanya.

Melihat rentetan peristiwa yang terjadi, pelaku hampir diketahui merupakan pemain lama. Untuk menghindari peristiwa tidak terjadi, jika masyarakat hendak melakukan pengambilan uang dalam jumlah banyak dapat meminta pihak kepolisian untuk mendampingi.

Selain itu, tawuran yang tidak ada gunanya dan hanya merugikan banyak pihak dan jatuhnya korban ini sudah seharusnya menjadi bahan pelajaran yang berharga.

Untuk itu, masyarakat sekitar terutama keluarga juga harus peduli dan berperan dalam membina dan mengendalikan para remaja tersebut. Seperti dengan memberikan pengertian kepada remaja bahwa setiap masalah tidak harus diselesaikan dengan tawuran. Karena masa depan anak muda adalah masa depan bangsa Indonesia, jadi harus diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan positif.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *