Yakinkan Pendukungnya Keluarga Tidak Masalah Prabowo-Titiek Umbar Kemesraan Semu

Yakinkan Pendukungnya Keluarga Tidak Masalah Prabowo-Titiek Umbar Kemesraan Semu

108 Kali di Baca

Status Broken Home atau keluarga berantakan capres no urut 02 Prabowo Subianto jelang pilpres 2019 ternyata sudah diantisipasi olehnya dan mungkin juga seluruh tim suksesnya termasuk mantan istrinya Titik Soeharto.

Demi menutupi kelemahannya mengurus rumah tangga dan tentunya menarik simpati massa, berbagai gimmick telah dilakukan keduanya seperti membuat momentum kemesraaan yang semu.

Gimmik Prabowo-Titiek terlihat dalam acara pembekalan relawan Prabowo-Sandiaga yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018). Keduanya kemudian tampak bersalaman. Tak hanya bersalaman, Prabowo-Titiek juga cipika-cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri).

Titiek, yang masuk Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, juga diketahui sering datang ke rumah Prabowo. Keduanya pun sempat menghadiri peringatan HUT ke-73 RI di Universitas Bung Karno (UBK), Jl Kimia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/8).

Isu soal Prabowo-Titiek rujuk juga sempat berembus pada Pilpres 2014. Bahkan mereka sempat dikabarkan akan kembali menikah. Para pendukung dan orang-orang terdekat Prabowo pun banyak yang berharap keduanya kembali rujuk. Namun pada kenyataannya hal tersebut tak pernah diwujudkan keduanya.

Seperti diketahui Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto merupakan pasangan suami-istri yang telah resmi bercerai pada tahun 1998.

Namun, hingga kini alasan percerainnya tidak pernah diketahui oleh publik.

Prabowo dengan Titiek juga memiliki putra semata wayang namun jarang dikenal publik karena mereka hampir tak pernah tampil bersamaan di depan umum.

Pria yang tumbuh besar di Boston, Amerika Serikat ini meninggalkan Indonesia untuk berkarya di dunia fashion di Kota Mode itu, bukan di negeri sendiri.

Dibanding Keluarga Jokowi dan anak-anaknya yang telah mampu mandiri tanpa menggunakan fasilitas orang tuanya sebagai orang nomor satu di negeri ini tentu keluarga Prabowo bukan contoh teladan bagi rakyat Indonesia.

Prabowo sebagai calon pemimpin negara, belum dan tidak bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang bisa dimulai dari tingkat terkecil yaitu keluarga.

Perceraian dengan Titik yang disebut terpisah karena politik menjadi satu bukti negatif bahwa kepemimpinannya dilingkup keluarga tak bisa diprioritaskan karena ambisi kepentingan tertentu.

Kehidupan pribadi Prabowo tentu harusnya menjadi sebuah refleksi bagi para pendukungnya untuk berpikir kembali apakah mau dipimpin oleh seseorang yang penuh ambisi hingga melupakan anak istri.