Yang Harus Dikritik Amien Rais itu Zulkifli Hasan Besannya

0
325

Wartakota – Amien Rais berupaya menutupi tabir gelap yang menyelimuti dirinya ketika bicara 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu. Siapa yang dimaksud Amien?

Dua ‘anak didik’ Amien Rais yakni Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa disebut-sebut terlibat dalam proses obral lahan mafia hutan dan juga mafia migas. Bahkan politikus senior PAN ini diduga turut menikmati hasil materiil dari kasus tersebut.

Sebab tidak mungkin Amien Rais tidak tahu apa yang dikerjakan dua kader PAN ini.

Zulkifki Hasan yang menjadi Menteri Kehutanan periode 2009-2014 dari tahun 2010 sampai 2013 telah melepaskan kawasan hutan untuk perkebunan lebih dari 1,3 juta hektare. Angka kawasan hutan yang dilepaskan oleh Zulkifki Hasan ini bersumber dari data Kementerian Kehutanan tahun 2010-2012.

Singkat cerita sejak 2014-2017, luas 1.640.000 hektare bukan jumlah yang sedikit. Hampir 25 kali lipat luas DKI Jakarta oleh Zulkifli Hasan telah diberikan pada “kelompok tertentu” yang disebut Amien Rais.

Kemudian melihat Hatta Rajasa memiliki koneksi dengan Muhammadi Riza Chalid yang mengendalikan Petral lima perusahan dibawah Global Energy Resources yang mengatur pengadaan BBM di Indonesia.

Hatta Rajasa juga setengah mati cari kiri kanan untuk melayani kebutuhan Amien Rais. Sementara Amien Rais tidak begitu peduli darimana dana itu dikumpulkan. Apakah dari mafia migas atau bukan, Amien tidak terlalu peduli.

Jadi semakin terang siapa dibelakang mafia hutan dan mafia migas Amien Rais menyebutkan 74 persen negeri ini jatuh ke kelompok tertentu jelas pengibulan anak-anak didiknya.

Strategi bertahan yang baik adalah menyerang. Amien Rais tahu pasti tentang bau busuk yang disimpan Zulhasan dan Hatta Rajasa yang juga dia nikmati.

Untuk membuat bau busuk itu tidak tersebar maka cara yang paling mudah dilakukan oleh Amien Rais adalah menyerang Presiden Jokowi yang bisa membongkar kejahatan masa lalu mereka.

Selain itu Amien Rais berusaha pasang badan dengan melindungi Zulhasan dari terjangan KPK. Caranya dengan diam-diam ikut menggergaji KPK lewat Pansus yang dibentuk DPR.

Takut dirinya akn ikut terseret dalam kasus tersebut maka tak heran jika sampai detik ini Amien Rais merasa tidak tenang dan terus melemparkan ujaran kebencian serta provokatif terhadap pemerintah, demi menutupi kesalahan-kesalahannya dari sorotan publik.

Semakin jelas Amien Rais adalah tipikal politikus plintat plintut yang sering berubah-ubah sikapnya tergantung situasi.

Supaya Amien Rais terlihat bersih, maka kaki tangannya akan terus bekerja keras menutupi segala keperluannya. Dapat dikatakan pula bahwa strategi yang diterapkan Amien Rais adalah habis manis sepah dibuang.

Itu mengapa sampai saat ini Amien Rais kembali melancarkan serangan kepada pemerintah Joko Widodo. Mulai dari isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga soal kebiasaan Jokowi yang membagikan sertifikat tanah gratis kepada rakyat, setiap kali blusukan ke daerah.

Beberapa hari lalu Amien menilai cara Jokowi membagi-bagikan sertifikat itu masih belum bisa menuntaskan permasalahan kepemilikan lahan. Ia menyebut aksi bagi-bagi sertifikat tanah ala Jokowi itu bentuk kebohongan publik.

“Ini pengibulan, waspada. Bagi-bagi sertifikat tanah sekian hektare, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu, seolah dibiarkan,” kata Amien Rais di Hotel Savoy Homann Kota Bandung, Minggu (18/3/18).

Entah apa maksud dari Amien Rais ini. Pertanyaannya, Pengibulan seperti apa yang dimaksud Amien Rais?

Apa yang dilakukan pemerintah Jokowi-JK dengan membagi sertifikat kepada rakyat kecil adalah nyata, bukan ngibul. Hal itu ditegaskan Juru Bicara Presiden, Johan Budi saat dikonfirmasi, Senin (19/3).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here