Yang Sebelumnya Konflik karena Pemilu, Mulai Sekarang Harus Akur Kembali



108 Kali di Baca

Perbedaan politik dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 hampir membuat bangsa Indonesia terpecah belah. Namun, ada yang lebih penting dari pada perbedaan politik yakni persaudaraan.

Atas dasa persaudaraan inilah, para ulama dan umara di Banyuwangi menyerukan untuk menjaga kedamaian pasca pemilu. Mereka sepakat untuk menjalin kebersamaan untuk membangun daerah.

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko menegaskan, persaudaraan lebih penting dari sekadar perbedaan politik.

“Tidak ada yang lebih penting yang perlu kita jaga di atas persaudaraan antar anak bangsa,” ujarnya dalam acara Peringatan Nuzulul Quran yang digelar oleh PC Nadlatul Ulama Banyuwangi di PP. Al-Falah, Siliragung, Jumat (24/5).

“Mari kita kembali beraktivitas sebagaimana biasanya. Kita kembali merajut kebersamaan membangun daerah kita, membangun negara kita,” tambah Yusuf.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini mengatakan polemik tentang hasil pemilu cukup diproses melalui jalur hukum yang telah diatur perundang-undangan.

“Soal pemilu dan pilpres sudah selesai. Kita serahkan saja pada yang berwenang,” kata dia.

Ali Makki juga menyerukan ke sejumlah kiai dan tokoh NU se Kabupaten Banyuwangi untuk menjadi aktor rekonsiliator di daerahnya masing-masing.

“Yang sebelumnya konflik karena pemilu, mulai sekarang harus akur kembali,” tegas Ali Makki.