Zaadit Taqwa dan Jejak Pengkaderan PKS di Depok

22 Views

Radarkontra – Aksi Ketua BEM UI  Zaadit Taqwa diusir keluar karena tidak memberikan contoh sikap demokrasi yang baik dengan memaksa memberikan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo pada kunjungannya menghadiri Dies Natalis UI ke 68. Bahkan Ketua LPMII menuding Zaadit Taqwa dapat pesanan politik dari pihak tertentu mengenai aksinya.

Hal tersebut sangat tidak pantas dilakukan karena Presiden Joko Widodo datang sebagai tamu yang diundang secara resmi. Hal tersebut mencoreng nama baik Universitas Indonesia dengan sikap yang tidak beretika.

Apabila Ketua BEM UI merasa perlu menyampaikan pandangan dan kritik, yang bersangkutan dapat mengajukan pertemuan khusus dengan Presiden yang bersifat dialogis, bukan justru melakukan aksi koboi yang tidak memberikan manfaat bagi almamater maupun kepada bangsa.Terkesan urakan dan bergayan anak preman jalan bukan civitas akademika.

Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Dies Natalies ke-68 Universitas Indonesia (UI) rupanya ada banyak pihak oposisi yang menunggangi aksi demo termasuk Zaadit Taqwa yang ramai dengan screenshoot bahwa dirinya adalah simpatisan partai PKS.

Ini tertera jelas pada lama twitter pribadinya pada Maret 2014 jelas-jelas menyebutkan kata “ana tuh mau promosi pks” dan ini yang menjadi dasar kalau Ketua BEM UI Zaadit Taqwa bukanlah murni mahasiswa namun ada darah partai oposisi yang mengalir hingga menutup jiwa akademisi yang berfikir jernih dengan nalar serta keilmuannya.

Zaadit Taqwa sendiri tinggal di Beji Permai Blok Q No.2, Depok, Jawa Barat yang merupakan tetangga dari pentolan PKS Idris Abdul Somad dan ayahnya sendiri Muh Hanip memiliki tempat kursus LPK Bina Utami di Jl. Melati II Perumahan Beji Permai Blok Q2 Tanah Baru. Selain itu Zaadit Taqwa sendiri lulusan dari SDIT Ummul Quro, Depok yang notabene kerap diberi sumbangan oleh Gubernur Jawa Barat Aher asal PKS ini.

Membuka-buka akun facebook-nya, Tribunnews menemukan inforamasi bahwa Zaadit Taqwa sehari-harinya adalah mahasiswa jurusan Fisika di Universitas Indonesia. Zaadit Taqwa menempuh pendidikan sekolah menengahnya di SMA Pesantren Terpadu Hayatan Thayyibah. Sementara, pendidikan SMP dia selesaikan di MTs Negeri 4 Jakarta dan pendidikan dasar di SDIT Ummul Quro, Depok.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (PMII-UI) mengecam keras aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zaadit Taqwa yang mengacungkan kartu kuning ke arah Presiden Jokowi dalam Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia, di Balairung UI, Depok, Jumat (2/2/2018).

Ketua PMII UI Ahmad Luthfi mengatakan, aksi Zaadit sangat memalukan dan menjatuhkan martabat UI.

“Aksinya itu kami rasakan telah menjatuhkan kehormatan UI. Selain itu apa yang dia (Zaadit) lakukan, juga telah menggadaikan marwahnya sebagai Ketua BEM UI,” kata Luthfi

Bahkan kata Luthfi, apa yang dilakukan Ketua BEM UI tersebut terindikasi kuat adalah pesanan dari kelompok tertentu yang selama ini mendiskreditkan kepemimpinan Jokowi.

“Indikasinya Ketua Bem UI ini jadi perpanjangan tangannya kelompok tertentu itu. Tuntutan yang diajukan BEM UI, seperti isu gizi buruk di Papua dan Plt Gubernur sangat politis. Indikasinya jelas ini isu pesanan,” kata Luthfi.

Menurut Luthfi, banyak kelompok dan organisasi mahasiswa di UI yang tidak sepakat dengan BEM UI dan menolak serta mengecam aksi Ketua BEM UI kepada Presiden Jokowi dalam acara Dies Natalis UI, Jumat pagi tadi.

Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Ada pula Menteri Kesehatan Nila Moeloek (FK UI) dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani (FISIP UI). Staf Khusus Kepresidenan Moeldoko pun menempuh pendidikan S2 dan S3 di UI.

UI menyandang nama Indonesia pada 2 Februari 1950 silam. Sebelumnya, UI sudah berdiri sejak tahun 1849 atau 169 tahun lalu sebagai Sekolah Dokter Hindia Belanda (STOVIA).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *